Berita

LRT Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun/Net

Politik

Kaget Penumpang LRT Sepi, Ketua Demokrat: Mercusuar Gegabah Yang Mubazir

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 | 17:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Moda transportasi massal lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Fase 1 rute Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun telah beroperasi sejak akhir tahun lalu. Namun demikian, efisiensi pembangunan moda transportasi ini dipertanyakan.

Salah satunya oleh Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon yang belakangan mengaku sering berkunjung ke Kelapa Gading. Menurut pengamatannya, moda transportasi itu belum ramai dipakai oleh warga.

“Baru tahu LRT menuju Rawangun sepi banget ternyata,” tegasnya di akun Twitter pribadi, Senin (17/2).


Dia bahkan berpandangan bahwa LRT ini bagian dari proyek gagal yang dikerjakan di era Presiden Joko Widodo. Jansen Sitindaon turut mempertanyakan hasil survei yang dijadikan dasar pembangunan LRT. Pasalnya, jalur tersebut bukan rute para pekerja warga DKI.

Selain itu, jaraknya juga terbilang pendek, yaitu hanya 5,8 kilometer, yang jika ditempuh dengan ojek hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai.

“Bangunnya habis Rp 5,8 triliun. Ini mercusuar tapi gegabah dan mubazir menurut saya. Habis berapa pemda DKI tiap tahun subsidi ya?” tanya terheran-heran.

Lebih lanjut, Jansen Sitindaon mengamini pernyataan yang pernah disampaikan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu tentang jebakan infrastruktur.

“Jangankan balik modal, membiayai operasional harian aja dari penumpang yang naik tidak mampu. Jadi harus terus disubsidi,” terangnya.

“Jujur kereta api bandara yang habis Rp 5 triliun aku belum pernah naik. Jangan-jangan itu juga sepi,” sindir Jansen Sitindaon.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya