Berita

Syarief Hasan (kedua kanan)/RMOL

Politik

Amandemen UUD Digelar Saat Jokowi Masih Jadi Presiden

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 | 12:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berencana melakukan amandeman UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada periode kedua Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan pandangan masyarakat terhadap amandeman UUD 1945.

“Sekarang ini, apapun pandangan masyarakat kami menampung," ucap Syarief Hasan saat diskusi crosscheck di Upnormal Coffee, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (16/2).


Politisi Demokrat itu memastikan amandeman UUD 1945 akan dilakukan dalam waktu lima tahun ini atau hingga berakhirnya kepemimpinan Presiden Jokowi. Adapun hasil serap aspirasi akan dibahas secara menyeluruh.

"Nanti juga akan dirapatkan di rapat gabungan karena kami memiliki kajian ketatanegaraan dan komisi kajian ketatanegaraan. Saya pikir ini baru 5 bulan, saya pikir kami masih ada 5 tahun," jelasnya.

Target lima tahun, sambungnya, dipatok bukan karena MPR kejar tayang, melainkan ingin segera menyudahi rencana yang sudah dibahas lima tahun lalu.

“Jadi apapun tentang opsi yang diambil, kita harus ambil keputusan apakah harus menerima atau tidak. Dan semua akan kita pertanggungjawabkan sesuai dengan ruang yang kita buka terhadap masyarakat untuk beri masukan dan saran-saran," tegasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya