Berita

Seskab Pramono Anung/Net

Politik

Larang Jokowi Ke Kediri Karena Khawatir Lengser, Syahganda: Pramono Anung Aneh, Tokoh Alumni ITB Kok Percaya Klenik

SABTU, 15 FEBRUARI 2020 | 20:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo disarankan untuk tidak datang ke Kediri, Jawa Timur untuk meresmikan ground beaking Bandara baru April mendatang.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung saat berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo Sabtu (15/2) mengakui bahwa dirinya yang memberi masukan ke Jokowi.

Politisi PDIP itu mengaku khawatir kedatangan Jokowi ke Kediri akan mempengaruhi kekuasannya sebagai Presiden.


Pramono menyontohkan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang lengser dari kursi Presiden tak lama setelah berkunjung ke Kediri.

Merespons masukan Pramono anung,  Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan mengaku heran dengan sikap Pramono.

Menurut Syahganda, sebagai alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak sepatutnya Pramono berperilaku begitu. Kata Syahganda, mahasiswa ITB selalu dilatih dengan rasionalitas dan objektivitas.

"System thinking dan konsep teknologi menempatkan fakta sebagai basis analisis. Aneh sekali kalau Pramono Anung, tokoh alumni ITB percaya klenik dan tahayul. Kecuali dia ingin memberitahu kita bahwa Jokowi saat ini lemah?" demikian komentar Syahganda kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu malam (15/2).

Diketahui, Sekretaris kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendatangi lokasi bandara baru yang akan dibangun di Kediri.

Proyek pembangunan bandara akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan pembiayaan seluruhnya ditanggung oleh PT Gudang Garam Tbk. Sementara setelah bandara selesai dibangun, PT Angkasa Pura 1 akan menjadi pengelolanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya