Berita

Menko Polhukam Mahfud Md/Net

Politik

Soal ‘Dokumen 'Sampah’ Tokoh Papua Kecewa Kepada Mahfud MD

SABTU, 15 FEBRUARI 2020 | 06:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa waktu lalu Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut data aktivis HAM Veronica Koman soal korban meninggal dan tahanan politik Papua yang diberikan adalah sampah. Pernyataan tersebut pun menuai kritikan.

Ketua Forum Komunikasi dan Aspirasi Anggota DPD-DPR Dapil Papua dan Papua Barat (MPR For Papua) Yorrys Raweyai serta Tokoh Papua Diaz Gwijangge mengungkapkan kekecewaannya.

"Selaku ketua forum ini, sebetulnya sebagai seorang menteri ya pembantu presiden apalagi membawahi beberapa Kementerian itu Polhukam, tidak etis beliau menyampaikan itu," ujar Yorrys Raweyai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2).


Veronica Koman keliling Papua dalam misi kemanusiaannya, menurut Yorrys, dan data dari Veronica Koman itu lengkap.

"Data beliau mungkin lebih lengkap, ada 3 buku yang lengkap sekali dengan dokumen-dokumen foto dan sebagainya, sudah diserahkan kepada kami," ujar Senator asal Provinsi Papua itu.

Dia mengatakan, pihaknya pun sudah menyerahkan data dari Veronica Koman itu kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Amnesti Internasional.

"Cuma sebagai Menko Polhukam sih tidak etis ngomong itu," ujarnya lagi.

Harusnya pemerintah membuka mata dan telinga daripada menyimpulkan sendiri secara sepihak. Saat ini Papua sedang membutuhkan ruang dialogis untuk menyuarakan aspirasi.

Diaz Gwijangge pun mengungkapkan hal yang sama. Sebangai seorang intelektual dan akademisi, Mahfud Md mestinya memahami betul tentang hukum, serta bagian dari pemerintah saat ini.

"Dia tidak layak menyampaikan ini, itu sangat menyakitkan orang Papua, hati orang Papua, dan semua tumpukan-tumpukan, seperti dia bilang sampah, semua ini yang ini suatu saat kita bongkar nanti akan jadi negara ini seperti apa," ujar Diaz Gwijangge.

Mahfud MD telah mengklarifikasi pernyataannya itu.  

Ia menjelaskan kata sampah yang sempat dia lontarkan bukan ditunjukkan kepada dokumen berisi data korban dan tahanan politik Papua, melainkan soal pernyataan bahwa Veronica Koman menyerahkan data tersebut kepada Jokowi.

"Karena Veronica itu, waktu di Australia, tidak bertemu presiden, tidak menyerahkan surat kepada Presiden. Tanya aja sama dia kalau ada yang infokan, itu sampah. Bahwa ada surat-surat masuk, diserahkan oleh orang kepada presiden itu bukan sampah," kata Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/2).

Dia pun menuding pernyataan yang sempat dia lontarkan sebelumnya telah ditafsirkan dengan salah. Dia menyatakan sama sekali tak pernah bermaksud mengatakan bahwa dokumen itu adalah sampah.

Lebih lanjut, menurut Mahfud semua dokumen, baik surat maupun data yang diberikan kepada Jokowi saat di Canberra telah ditampung oleh ajudan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya