Berita

Pengerjaan jembatan gantung/Net

Politik

Politisi Demokrat Tantang PUPR: Beri Rp 20 Miliar, Akan Saya Bangun 150 Jembatan Gantung

JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 11:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dinilai telah menghambur-hamburkan uang ratusan miliar rupiah untuk membangun 148 unit jembatan gantung di sejumlah titik di pelosok daerah.

Pasalnya, dengan anggaran Rp. 710 miliar, sedianya bisa membuat jembatan gantung yang lebih banyak lagi.

Tidak jarang, banyak pihak yang heran dan mengkritisi alokasi anggaran yang dicanangkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tersebut.


Salah satu orang yang merasa heran adalah politisi Partai Demokrat, M. Adamsyah alias Don Adam.

Menurutnya, dengan anggaran sebesar Rp. 710 miliar bisa digunakan untuk membuat jembatan gantung lebih banyak lagi.

Bahkan, Don Adam menantang bahwa dirinya mampu membuat 150 jembatan gantung bersama dengan anggaran Rp. 20 miliar saja.

"Waduh, nyayur nih KemenPUPR. Kasih saya 20 miliar. 150 jembatan saya dan kawan-kawan Vertical Rescue Indonesia mampu bangun!" tegasnya di akun Twitter, Jumat (14/2).

Ciutan Don Adam tersebut mengomentari salah satu pemberitaan media online dengan judul "PUPR Rogoh Kocek Rp. 710 Miliar Bangun 148 Jembatan Gantung".

Pada tahun 2019, Kementerian PUPR membangun sebanyak 140 unit jembatan gantung di berbagai pelosok tanah air dengan anggaran sebesar Rp. 608,69 miliar.

Kemudian, selama 2015-2018, Kementerian PUPR bersama pemerintah daerah membangun 300 unit jembatan gantung, tahun 2015 sebanyak 10 unit sepanjang 774 meter dengan anggaran sebesar Rp. 210,57 miliar.

Kemudian pada 2016 sebanyak 7 unit sepanjang 720 meter dengan anggaran sebesar Rp19,3 miliar, dan 13 jembatan gantung sepanjang 814 meter pada 2017 dengan anggaran sebesar Rp. 38,28 miliar.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya