Berita

Gibran Rakabuming Raka saat bersama Sekjen PDIP Hasto dan Puan Maharani/Istimewa

Politik

Salahi Sistem Kaderisasi, Gibran Seharusnya Tak Dapat Rekomendasi PDIP Maju Pilwakot Solo

RABU, 12 FEBRUARI 2020 | 05:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Langkah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka maju di pemilihan walikota (Pilwakot) Solo sepertinya semakin mulus.

Sejauh ini Partai Golkar dan Partai Gerindra memberikan sinyal politik mendukung Gibran bertarung merebut kursi Walikota Solo.

Meski demikian Gibran tetap mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan di DPP PDI Perjuangan Senin (10/2).


Direktur Paramadina Public Policy Institute (PPPI), AHmad Khoirul Umam menyatakan kalau partai berlambang kepala banteng moncong putih itu pragmatis nantinya suami Selvi Ananda itu akan mendapatkan rekomendasi.

Umam menyebutkan, Jika PDIP menjalankan sitem kaderisasi dengan ketat maka otomatis Gibran akan tidak mendapatkan Rekomendasi.

Alasannya, kata Umam, Gibran belum berkontribusi terhadapa partai besuan Megawati itu jadi salah stau alasan Gibran seharusnya tidak mendapatkan tiket rekomendasi.

"Kehadiran Gibran ini menyalahi sistem kaderisasi, dia belum pernah berkontribusi apapun terhadap PDIP selaku kader, kalau dia dapat karpet merah, itu membuktikan struktur mesin politik PDIP dikendalikan oleh patrimonialisme dan hegemoni elite partai yang berkarakter tidak demokratis," demikian kata Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (11/2).

Gibran sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan tampak sowan ke Walikota Solo Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo. Ketua DPP PDIP, Puan Maharani juga menyebutkan bahwa Gibran mengkitui mekanisme pencalonan yang ada di PDIP.

Gibran sendiri usai mengaku dirinya akan tetap setia terhadap PDIP apabila nantinya ia gagal mendapatkan tiket rekomendasi untuk diusung sebagai calon walikota Solo.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya