Pembangunan Kota Tanggerang Selatan dikritik oleh salah satu calon walikota dari unsur pengusaha Rizal Bawazier. Katanya, pemerintah kota selalu hanya membangun sejumlah daerah yang masuk kategori elit.
Padahal, Rizal Bawazier melihat sejumlah daerah yang berpotensi bagus untuk dikembangkan, dan dijadikan sumber ekonomi bagi daerah tersebut.
Misalnya saja di tiga wilayah sebelah selatan Tangsel, yakni Ciputat, Ciputat Timur, hingga Pamulang.
"Di Ciputat keyataannya kita lihat jauh sekali dari Bintaro, BSD, dan Serpong," ujar Rizal Bawazier dalam sebuah diskusi bertajuk "Terobosan Baru Politik Pilkot Tangsel", di Sae Pisan Restaurant, Serpong, Tanggerang Selatan, Selasa (11/2).
Pembangunan yang tidak merata ini, dilanjutkan Rizal Bawazier, berdampak kepada persepsi masyarakat luar terhadap Tangsel.
Ia memberikan contoh, bahwa sebagian wilayah Tangsel yang minim pembangunan, acap kali tidak dianggap sebagai satu kesatuan wilayah. Justru yang dianggap sebagai daerah Tangsel hanyalah wilayah elitnya.
"Kalau orang mendengar kata Tangsel tidak lebih dari BSD, Bintaro dan Serpong. Saya sempat tanya, dimana Tangsel? Orang hanya tau BSD, Serpong, Bintaro, padahal ada lebih dari itu," ungkapnya.
Melihat fakta itu, Rizal menyaksikan adanya tebang pilih pembangunan yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan kota sebelum-sebelumnya.
Dia pun menyatakan, ketidakadilan ini disebabkan karena adanya konglomerasi atau penguasaaan tata kelola kota yang hanya diberikan ke sejumlah perusahaan besar saja.
"Ada tiga konglomerasi, yaitu Sinarmas, Sumarecon dan Jaya. Yang lainnya tidak berani, takut bersaing. Karena orang pasti sudah melihat yang punya (Tangsel) itu aja," sebut Rizal Bawazier.
Oleh karena itu, Rizal mengaku siap untuk membangun secara merata kota yang menaungi 7 kecamatan lewat program 10 M yang dibentuknya.
"InsyaAllah kalau saya diberi kepercayaan saya akan amanah. Karena ada Hadits Nabi yang berbicara tentang kejujuran. Dimana, orang munafik itu cirinya 3, kalau dia bicara berbohong, kalau dia berjanji tidak ditepati, kalau dipercaya dia berkhianat," demikian Rizal Bawazier.