Berita

Ilustrasi ISIS/Net

Pertahanan

Pemulangan Eks WNI Kombatan ISIS Ke Indonesia Ibarat Api Dalam Sekam

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 | 02:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Rencana pemerintah yang akan memulangkan eks WNI kombatan ISIS kembali ke Indonesia ibarat memelihara api dalam sekam. Sebab, mereka dinilai akan menjadi bencana bagi bangsa Indonesia.

Hal itu diutarakan Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq usai kegiatan Diseminasi Pengawasan Keuangan Haji, di Hotel Garden Majalengka, Senin (10/2).

“Saya sarankan pemerintah, khususnya Pak Presiden (Joko Widodo) mengkaji ulang terkait dipulangkannya WNI mantan anggota ISIS, karena akan membawa dampak negatif terhadap keberlangsungan hidup bangsa,” ujar Maman seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.


“Kita tidak bisa memungkiri bahwa para anggota ISIS itu memiliki ideologi yang kuat dan tidak bisa diubah, apalagi sangat bertentangan dengan ideologi negara kita, Pancasila,” imbuh politisi PKB ini.

Justru, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan tersebut menyebut, pemerintah harus mengambil langkah tepat dalam mengatasi kepulangan mantan anggota ISIS, dan tidakk terpaku dengan hak asasi manusia (HAM). Pasalnya, mereka dinilai telah banyak melanggar HAM.

“Pemerintah harus tegas terhadap para mantan anggota ISIS, jangan terpaku pada masalah HAM. Nyatanya mereka itu yang sudah banyak melanggar HAM di Syuriah sana,” tutur Maman.

Menurutnya, yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah mengadili para mantan anggota ISIS tersebut. Sebab, mereka bukan WNI, melainkan juga ada warga negara lain yang terlibat menjadi anggota ISIS.

“Untuk orang yang menjadi korban, baru pemerintah bisa memulangkan WNI ke NKR ini. Akan tetapi harus melalui observasi yang ketat agar kembali pada ideologi Pancasila yang kuat,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya