Berita

Pembukaan Kongres PAN memanas/Repro

Politik

Baru Pembukaan Sudah Ricuh, Pengamat Sarankan Kongres PAN Fokus Empat Isu Ini

SENIN, 10 FEBRUARI 2020 | 21:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sempat terjadi ketegangan dalam pembukaan Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2).

Ketegangan yang diduga dipicu oleh salah satu pendukung calon Ketum PAN itu pun disayangkan oleh pengamat politik yang tergabung dalam Forum Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia, Ade Reza Hariyadi.

Seharusnya, Kongres partai berlambang matahari terbit itu berjalan sesuai dengan tujuan dan substansi acara itu sendiri. Ia pun menyarankan kepada peserta kongres untuk fokus terhadap empat isu penting.


"Pertama evaluasi kinerja politik dari kepengurusan DPP periode sebelumnya dan kedua, merumuskan agenda kebijakan strategis partai," ujar Ade Reza Hariyadi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/2).

Strategi tersebut bisa berkenaan dengan isu relasi politik partai dan pemerintah, strategi menghadapi Pilkada serentak, serta program lima tahunan partai bagi pengurus periode selanjutnya.

Fokus ketiga yang perlu dilakukan peserta Kongres PAN yakni memilih pengurus yang diyakini dapat merealisasikan program strategis partai ke depan.

Kemudian terakhir, lanjut Ade Reza, adalah fokus merancang strategi menjaga soliditas partai pasca kongres yang biasanya sering diwarnai turbulensi politik internal.

"Jika hal tersebut dapat menjadi platform bersama seluruh peserta kongres, maka kongres memiliki makna strategis bagi partai dan tidak terjebak pada sekadar ritus  pergantian kepengurusan partai belaka," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya