Berita

Suasana sempat memanas di Kongres PAN/Repro

Politik

Kongres PAN Sesuai SOP, Wakil Sekjen: Jangan Karena Tidak Pandai Menari, Lantai Yang Disalahkan

SENIN, 10 FEBRUARI 2020 | 21:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, sempat diwarnai kericuhan, Senin siang (10/2).

Kericuhan dipicu oleh kelompok pendukung calon ketua umum PAN, Mulfachri Harahap yang tidak terima dengan daftar peserta kongres. Massa berteriak meminta agar kongres diboikot dan menutup pendaftaran.

Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Farazandy Fidinansyah mengatakan bahwa daftar pemilih yang berhak untuk mengikuti kongres sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu.


"Semuanya sudah sesuai SOP. Daftar pemilih sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu. Jadi kalau ada yang rusuh, berarti memang mau merusuh," ujar Farazandy.

Farazandy menilai ada oknum yang tak ingin demokrasi dalam hajatan akbar partai berlambang matahari ini berjalan dengan baik.

"Cara lama ini. Jangan karena tidak pandai menari, lantai yang disalahkan," kata Farazandy kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Loyalis caketum PAN, Zulkifli Hasan, itu mengatakan para oknum itu memang sengaja berbuat rusuh di Kongres PAN. Sebab, menurutnya, kongres telah digelar sesuai dengan mekanisme partai.

Farazandy pun menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Dia juga menyinggung pihak lawan yang membawa tukang pukul untuk merusuh di Kongres PAN.

"Kami dari pihak Zulkifli Hasan tidak akan tinggal diam. Jangan takut-takuti orang bawa tukang pukul begitu. Kami lawan sampai titik darah penghabisan," tegasnya.

Pengamat politik, Adi Prayitno, menilai ricuh dimunculkan oleh calon yang sedang dalam posisi kurang dukungan. Gesekan diciptakan untuk mencari waktu tambahan, sehingga bisa melakukan lobi-lobi tambahan agar dukungan bertambah.

"Kongres dibikin chaos biar ada waktu lobi-lobi dukungan," kata Adi saat dihubungi.

Singkatnya, Adi ingin mengatakan bahwa posisi saat ini Mulfachri Harahap dalam keadaan yang kurang menguntungkan.

“Jadi mulai terlihat jelas siapa yang kemungkinan besar menang dan kalah," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya