Berita

Ketua DPR RI, Puan Maharani/RMOL

Politik

Draft RUU Omnibus Law Belum Diterima, DPR Minta Pemerintah Sosialisasi Ke Masyarakat

SENIN, 10 FEBRUARI 2020 | 19:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Draft resmi Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law yang disiapkan pemerintah hingga saat ini belum diterima Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Karena itu, pemerintah diminta untuk menyosialisasikan RUU tersebut kepada masyarakat.  

"Karena ini adalah inisiatif dari pemerintah, tentu saja saya berharap pemerintah bisa menyosialisasikan hal ini ke masyarakat dengan lebih baik," kata Ketua DPR RI, Puan Maharani kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/2).

Sosialisasi itu juga sekaligus untuk menepis adanya kecurigaan publik di balik RUU yang kerap disebut sapu jagat ini.


"Jangan sampai draft yang dibahas di DPR tersebut berbeda dengan apa yang keluar ke publik. Itu yang kemudian menimbulkan prasangka negatif," imbuh Ketua DPP PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, Puan Maharani menegaskan bahwa DPR juga belum menerima surat presiden (Surpres) terkait RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) dan Perpajakan.

Nantinya, jika draft resmi RUU Omnibus Law sudah diteken dengan Surpes dan diterima DPR, Puan Maharani memastikan akan membahas sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kalau memang itu sudah masuk di salah satu Prolegnas, tentu saja itu akan menjadi salah satu prioritas yang akan dibahas di DPR," demikian Puan Maharani.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya