Berita

Kombatan ISIS/Net

Politik

Para Politikus Hanya Memikirkan Kepulangan Kombatan ISIS, Pernah Mikirin Korban Teroris Yang Cacat Seumur Hidup Dan Trauma?

SENIN, 10 FEBRUARI 2020 | 14:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa tokoh politik hanya berpihak kepada simpatisan ISIS saat membahas isu kepulangan mereka. Pembelaan kepada kombatan ISIS asal Indonesia itu, apa pun motif dan kepentingannya, sangat menyikiti hati masyarakat, yang sudah berkali-kali menjadi korban terorisme.

“Lebih menyakitkan lagi, tentu saja jika pembelaan dan pernyataan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah yang tugas utamanya seharusnya adalah memberantas terorisme, bukan menyiapkan bibit dan ladang bagi terorisme,” ujar analis intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, dalam keterangannya, Senin (10/2)

Ia merasa sangat aneh ketika isu kemanusiaan dan HAM digaungkan demi mendorong ratusan kombatan ISIS itu dipulangkan, sementara pembelaan terhadap korban terorisme yang dampaknya adalah kematian, cacat seumur hidur, trauma dan lainnya lebih sepi terdengar.


Pasca kekalahan ISIS, para simpatisan berpencar ke tiga kamp pengungsian, yaitu di Al Roj, Al Hol, dan Ainisa. Mengurus dan membiayai ratusan pengungsian ini tentu tidak mudah dan tidak murah.

“Ya, cara-cara seperti propaganda, isu kemanusiaan dan HAM, akhirnya  menjadi masuk akal agar negara-negara yang menjadi asal dari anggota ISIS tersebut tergerak untuk mengurus pengungsi. Kamp pengungsian sedang berusaha meringankan beban dirinya, dan itu artinya memindahkan sumber ancaman dari Timur Tengah ke Indonesia,” tegas Stanislaus.

Kombatan ISIS itu sedang memainkan sandiwara, play victim, Karena mereka telah kalah dan butuh tempat perlindungan. Stanislaus meyakinkan, tentu akan berbeda bila saat ini ISIS dalam posisi memang.

Sekali lagi ia menegaskan, bahwa pilihan memulangkan kombatan ISIS sebaiknya tidak dilakukan. Kecuali jika memang ada kepentingan lain yang dibungkus dengan kemasan kemanusiaan dan HAM, yang lebih berpihak pada pelaku terorisme daripada korban terorisme. 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya