Berita

Adhie Massardi dan alm Gus Dur/Istimewa

Jaya Suprana

Makin Ditipu, Makin Disakiti, Makin Dinikmati

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 | 23:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DARI sekian banyak tanggapan terhadap naskah "TAKITAKITA-TAKITAKITA" (8 Februari 2020) yang paling out the box akibat lain dari yang lain, tidak lain tidak bukan adalah tanggapan mantan Jubir Presiden Gus Dur, Adhie Massardi, yang tersohor berani menyatakan yang benar sebagai yang benar dan yang tidak benar sebagai yang tidak benar. Mas Adhie menanggapi naskah psiko-budaya saya dengan lensa beda yaitu psiko-sosio-politik sebagai berikut:

Sadomasokis
Berbeda dengan “tiki-taka” (gaya umpan-umpan pendek sepak bola Spanyol yang mencerminkan kerja sama strategis masyarakatnya), TAKITAKITA cermin masyarakat kita yang “sadomasokis“ dalam bahasa humorigiusnya "manunggaling derita dan fakta". Sehingga kita jadi bisa senantiasa berdamai dengan rasa sakit. Makin ditipu, makin disakiti, makin dinikmati karena Indonesia adalah "Paradise of Misery". Hehehe.

Menyakitkan

Menyakitkan
Tanggapan Mas Adhie benar-benar pendek namun sesuai kenyataan maka merupakan sebuah ungkapan uneg-uneg kritik-sosio-politik luar biasa tajam. Menyakitkan bagi yang mampu dan mau menangkap makna yang dimaksud oleh mantan Jurubicara Gus Dur, yang pada masa menunaikan tugas sebenarnya tidak terlalu sibuk. Sebab Gus Dur sebagai presiden sebenarnya lebih senang bicara sendiri tanpa pakai jurubicara segala macam.

Namun dapat disimpulkan bahwa yang mampu menangkap makna yang dimaksud Adhie Massardi itu pastinya menguasai Bahasa Indonesia, maka kemungkinan besar adalah warga Indonesia.

Karena warga Indonesia sama dengan warga “Paradise of Misery” maka dapat lanjut disimpulkan bahwa beliau atau mereka termasuk masyarakat yang menyandang sadomasokisme alias gemar menikmati rasa sakit apabila disakiti yang dalam bahasa humorigiusnya “manunggaling derita dan fakta”.

Andaikata bukan warga Indonesia pun kita dapat menaturalisasikannya untuk memperoleh paspor Indonesia seperti para mahasepakbolawan negeri asing yang sudi berlaga di gelanggang pertarungan sepak bola internasional atas nama Indonesia.

Terhormat
Tanggapan Mas Adhie beraroma sadomasokisme sebagai pihak yang gemar menyakiti bak “tumbu ketemu tutup” memang sukses menyakiti perasaan masyarakat Indonesia yang senantiasa berdamai dengan rasa sakit. Apalagi jika disakiti oleh seorang mantan jubir Gus Dur.

Rasa sakit akibat disakiti mantan Jubir Gus Dur diyakini membaur dengan rasa terhormat akibat memperoleh kehormatan disakiti oleh seseorang bukan kaliber sembarangan.
 
Penulis adalah warga “Paradise of Misery” maka sadomasokis merangkap pendiri Perhimpunan Pencinta Humor serta menggagas Humorologi.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya