Berita

Effendi Simbolon/RMOL

Politik

Jokowi Mau Bangun Terowongan Istiqlal-Katedral, Effendi Simbolon: Tidak Terlalu Penting!

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 | 14:06 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Rencana Presiden Joko Widodo untuk membangun 'terowongan silaturahmi' yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral dinilai tidak terlalu penting.

"Tidak terlalu penting," ujar anggota Komisi I DPR RI Effendi MS. Simbolon kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (8/2).

Effendi mengaku tidak ingin lagi melihat pemerintah khususnya Presiden Joko Widodo melakukan gimik-gimik yang menyentuh hal yang cukup sensitif.


Sekalipun, kata legislator PDIP, maksud pembangunan terowongan silaturahmi untuk menekan tingkat intoleransi yang masih terjadi hingga saat ini.

"Ya saya tidak ingin terlalu melihat lagi gimik-gimik, sudah cukuplah disentuh hal-hal yang sensitif begitu, masak dengan gorong-gorong, itukan gak penting tapi kalau mau dibangun ya silahkan sajalah," pungkasnya.

Presiden Jokowi saat melakukan tinjauan rencana proyek renovasi Masjid Istiqlal mengatakan, telah menyetujui dibangunya terowongan bawah tanah yang dimanakan terowongan silaturahmi.
Jokowi mengatakan, terowongan ini menjadi simbol silaturahmi antara masjid dan gereja. Warga yang ingin ke gereja dari masjid atau sebaliknya dapat melewati terowongan tersebut.

"Tidak kelihatan berseberangan tapi silaturahmi. Sehingga tidak nyebrang, sekarang pakai terowongan bawah, terowongan silaturahmi," katanya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya