Berita

Royal Caribbean Cruises/Net

Dunia

Royal Caribbean Adopsi Aturan Ketat Untuk Cegah Wabah Corona

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 | 08:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perusahaan kapal pesiar yang berbasis di Florida, Royal Caribbean Cruises Ltd. akan memberlakukan aturan baru untuk menghentikan penyebaran wabah Novel Coronavirus (2019-nCoV).

Jumat (7/2), perusahaan milik Norwegia-Amerika Serikat itu mengaku akan melarang semua tamu yang memegang paspor China, Hong Kong, dan Makau.

Pelarangan juga berlaku bagi para calon penumpang yang telah melakukan perjalanan ke, dari, dan melalui ketiga wilayah tersebu dalam kurun waktu kurang dari 15 hari sebelum berlayar.


Bahkan, calon penumpang yang telah melakukan kontak dengan ketiga warga di wilayah tersebut selama kurun waktu kurang dari 15 hari sebelum berlayar juga tidak akan diizinkan naik ke atas kapal.

Selain itu, seperti yang dilansir oleh Reuters, perusahaan juga akan menyaring calon penumpang dengan gejala seperti flu, batuk, dan demam.

Aturan ketat ini sendiri diberlakukan untuk menghindari peristiwa serupa yang terjadi terhadap kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina oleh pemerintah Jepang.

Pada Jumat, Royal Caribbean juga telah menunda keberangkatan Anthem of the Seas dari New Jersey. Penundaan dilakukan setelah sehari sebelumnya terdapat empat penumpang yang dites oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) untuk virus coronavirus.

Kendati begitu, Royal Carribean mengungkapkan tidak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan gejala klinis virus yang baru ditemukan pertama kalu di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.

CDC juga telah memeriksa 27 penumpang di kapal yang baru saja melakukan perjalanan dari China.

Pengetatan aturan juga beriringan dengan fakta yang menunjukkan bahwa wabah corona telah memakan korban jiwa hingga di atas angka 600 orang, dan menginfeksi 30 ribu lainnya di seluruh dunia.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya