Berita

Penampakkan Kapal Diamond Princess yang Harus Dikarantina Beserta Para Penumpangnya, sementara ambulan dan Tim Medis Selalu Bersiaga/Net

Dunia

Ada Pengantin Baru Yang Terinfeksi Virus Corona Di 'Penjara Mengambang' Kapal Pesiar Diamond Princess

JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 17:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Kapal pesiar Diamond Princess yang super mewah itu terpaksa dikarantina beserta sejumlah penumpang di dalamnya oleh otoritas kesehatan Jepang. Kondisinya semakin nampak muram. Penumpang menyebutnya sebagai 'penjara mengambang', menyusul jumlah penumpang yang dinyatakan terinfeksi bertambah menjadi 61 orang.

Seorang pria, pengantin baru asal Inggris, adalah yang termasuk dalam 61 penumpang terinfeksi. Pria yang tidak disebutkan namanya itu, sedang berbulan madu. Ia adalah satu dari 3.700 orang penumpang yang terperangkap di kapal Diamond Princess yang telah merapat sejak Rabu.

Sebelumnya kementerian kesehatan Jepang mendapati 10 orang penumpang dinyatakan positif virus corona. Angka itu melonjak hingga menjadi 20 penumpang kemarin. Lalu tiba-tiba pada Jumat pagi (7/2) angka itu naik tiga kali lipat, menjadi 61 penumpang.


61 penumpang yang terinfeksi segera di bawa ke rumah sakit untuk perawatan, sementara sisanya, dilarang meninggalkan kapal dan akan melalui masa karantina di kapal tersebut. Kapal pesiar itu akan tetap merapat di pelabuhan Yokohama selama dua minggu, hingga masa karantina selesai.

Penamdangan kian trenyuh saat seorang penumpang wanita setengah baya asal Florida mengeluarkan pesan yang ia tulis, "Kami takut... Saya tidak ingin meninggalkan kapal ini lalu pindah untuk dimasukkan ke dalam sebuah kotak", melansir Metro UK, Jumat (7/2).

Lalu, terlihat seorang penumpang perempuan yang mengenakan masker memegang bendera Jepang yang ia bubuhkan tulisan, 'kekurangan obat'.

Para turis itu tetap berada di dalam kabin mereka dan diawasi oleh petugas medis yang berpatroli di koridor mengenakan pakaian pelindung.

Seorang pengguna Twitter membagikan surat dari kapten kapal yang menginformasikan jumlah yang terinfeksi. Setidaknya satu orang yang dinyatakan positif dalam kondisi serius - meskipun kementerian kesehatan Jepang mengatakan mereka sudah menderita masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya - sementara penderita lain dalam keadaan stabil.

Kyodo News menyebutkan, mereka yang dinyatakan positif terkena virus, berasal dai daerah epidemic wabah yaitu Wuhan dan beberapa kota di China. Penumpang yang positif terinfeksi virus berasal dari 21 Jepang sebanyak 21 penumpang, delapan dari Amerika, lima dari Australia, lima dari Kanada dan lainnya dari Argentina dan Inggris.

Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato meyakinkan mereka baik-baik saja.
"Hari ini, Jumat (7/2) mereka akan dikirim ke rumah sakit di beberapa prefektur dan kami sedang bersiap untuk proses itu," tambah Kato.

Kapal pesiar Diamond Princess meninggalkan Yokohama pada 20 Januari, tiba di Hong Kong pada 25 Januari melalui Kagoshima, Jepang selatan. Kapal kembali ke Yokohama pada 3 Februari setelah melewati Vietnam, Taiwan, Okinawa, dan pelabuhan lainnya.

Total lebih dari 3.700 orang dengan 2.666 penumpang dan 1.045 awak kapal saat ini masih berada di lepas pantai Jepang sejak Senin (3/2) lalu untuk dilakukan proses karantina setidaknya hingga 14 hari. Sekitar 428 di antara penumpang kapal tersebut merupakan warga negara Amerika Serikat. Yang lainnya berasal dari Hong Kong dan Taiwan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya