Berita

Geometri

Jaya Suprana

Menelusuri Geometri

JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 07:23 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Di bangku SMP, saya memperoleh sebuah mata pelajaran baru yang tidak saya peroleh di bangku SD, yaitu Ilmu Ukur.

Sejak awal langsung Ilmu Ukur menjadi mata pelajaran yang tidak saya sukai sebab banyak rumus yang harus dihapal sementara jangkauan dangkal pikiran saya tidak mampu menangkap apa gunanya dalam kehidupan nyata.

Namun, di bangku SMA, saya memperoleh mata pelajaran baru yang tidak saya peroleh di bangku SMP yaitu Stereometri. Sejak awal langsung Stereometri menjadi mata pelajaran favorit karena saya tidak perlu menghafal rumus, cukup menggunakan logika. Meski sebenarnya pada masa itu saya juga tidak tahu manfaat stereometri bagi diri saya sendiri.


Geometri
Di kemudian hari, saya tersadarkan, bahwa berdasar kesepakatan para ilmuwan dan cendekiawan apa yang disebut sebagai Ilmu Ukur dan Stereometri termasuk ke dalam ilmu yang disebut sebagai Geometri. Kemudian di lebih kemudian hari lagi, saya tersadarkan bahwa Geometri merupakan bagian dari Matematik yang berupaya menjawab pertanyaan tentang bentuk, ukuran, posisi bentuk relatif, dan properti ruang.

Geometri tumbuh-kembang pada berbagai peradaban dalam praktek menghadapi area, kepanjangan dan volume. Konsep geometrikal meliputi titik, garis, bidang, jarak, sudut, permukaan, lengkungan, topologi dll.  

Matematika
Geometri sudah dianggap sebagai bagian dari Matematika oleh para cendekiawan Yunani Kuno sejak abad XV sebelum Masehi. Pada abad III sebelum Masehi, Ekluid memposisikan Geometeri sebagai bentuk ilmu aksiomatika. Kemudian adalah para cendekiawan Islam yang melestarikan dan mengembangkan Geometrik Yunani sampai Abad Pertengahan. Pada awal abad XVII, Rene Descartes dan Pierre de Fermat meletakkan landasan Matematika modern untuk melahirkan Geometri non-Euklidean yang meninggalkan geometri dua dimensi demi menjelajah ke geometri tiga dimensi alias stereometri atau ilmu ukur ruang.

Aplikasi
Di samping Geometri Non-Euklidean, kemudian geometri terus menerus membelah diri menjadi antara lain topologi, geometri aljabariah, diskret, komputasional, teori kelompok, konveks, fraktal, khaos dan lain sebagainya. Sementara aplikasi ilmu geometri terbukti berdayaguna di blantika kenyataan hidup terkait unsur visual seperti misalnya seni rupa, musik, tari, arsitektur, desain, adibusana, Fisika, dan lain-lain.

Sementara Pusat Studi Kelirumologi asyik mendayagunakan geometri sebagai alat deteksi ketidak-sempurnaan daya persepsi manusia khususnya pada fenomena penyesatan visual. Satu di antara contoh penyesatan visual adalah ilustrasi geometris di atas naskah ini yang menimbulkan kesan bahwa garis horisontal yang di bawah lebih panjang ketimbang garis horisontal yang di atas, padahal sebenarnya kedua garis horisontal itu sama panjang atau sama pendek.

Fenomena penyesatan visual seyogyanya menyadarkan kita semua agar jangan percaya begitu saja terhadap apa yang disebut sebagai prasangka yang keliru menyeragamkan segala sesuatu yang sebenarnya tidak seragam.

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya