Berita

Mulfachri Harahap/Net

Politik

Calon Ketum PAN Mulfachri Harahap Pernah Diperiksa KPK

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 18:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kongres V PAN akan digelar pada pekan depan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ada dua calon kuat ketua umum muncul, yaitu petahana Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap.

Belakangan Zulkifli Hasan harus disibukkan dengan panggilan KPK untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan suap alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014.

Tapi, tidak hanya Zulkifli Hasan yang pernah berurusan dengan KPK. Mulfachri Harahap pun pernah dipanggil komisi anti rasuah itu.  


Pemanggilan KPK itu dilakukan terhadap Mulfachri pada tahun lalu. Kala itu Mulfachri dalam kapasitas Ketua Fraksi PAN  dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen, kasus yang melibatkan senior PAN Taufik Kurniawan.

Mulfachri Harahap memenuhi panggilan KPK pada 20 Februari 2019. Febri Diansyah yang saat itu menjadi Jurubicara KPK mengurai bahwa Mulfachri dicecar soal proses penganggaran DAK Kebumen untuk Taufik Kurniawan, yang masih menjadi tersangka.

"KPK mengkonfirmasi pengetahuan saksi terkait proses penganggaran DAK dari sisi fraksi di DPR RI terkait kasus suap DAK fisik pada perubahan APBN 2016 untuk alokasi APBD-P Kabupaten Kebumen 2016," ujar Febri.

Dalam kongres nanti, Mulfachri mendapat dukungan dari pendiri PAN Amien Rais. Dia menggandeng anak Amien Rais, Hanafi Rais untuk dijadikan sebagai Sekjen PAN jika menang.

PAN merupakan partai yang didirikan Amien Rais di awal era reformasi. Mantan ketua MPR RI itu sendiri merupakan tokoh reformasi yang sangat konsen dengan pemberantasan korupsi. Menjadi pertanyaan kemudian, apakah Amien Rais sudah paham dengan rekam jejak Mulfachri Harahap sepenuhnya?

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya