Berita

Adhie Massardi (tengah) saat berkunjung ke Kantor RMOL/RMOL

Politik

Adhie Massardi: Kalau Kontrol Aparat Jalan, Rakyat Pasti Pakai Gadget Untuk Nonton K-Pop

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 16:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah boleh saja meminta rakyat untuk bijak dalam menggunakan gadget saat berselanjar di media sosial.

Namun demikian, pembatasan daya kritis rakyat di medsos juga harus diimbangi dengan penggunaan kekuasaan yang bijak dari pemerintah.

Begitu terang Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi kepada redaksi, Kamis (6/2).


“Kalau kalian minta rakyat bijak gunakan gadget (medsos), boleh dong rakyat juga minta kalian bijak gunakan (amanah) kekuasaan,” tuturnya.

Adhie Massardi memastikan bahwa rakyat tidak akan kritis apalagi nyinyir di media sosial, jika kontrol dari semua pemangku kepentingan dilakukan.

Andai hal demikian terjadi, mantan Jurubicara Presiden Gus Dur itu yakin semua gawai akan digunakan untuk hal lain, termasuk untuk menghibur diri.

“Jika fungsi kontrol DPR jalan, aparat hukum tegakkan keadilan, rakyat akan gunakan gadget untuk nonton sinetron Korea, K-Pop & cari kuliner,” tegasnya.

Belakangan, Adhie Massardi bersama anggota grup WhatsApp, Peduli Negara melaporkan tiga pejabat negara ke Ombudsman RI, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Soal kasus Risma, Adhie Massardi menyadari bahwa penghina Risma yang menyebut “kodok betina” memang salah. Tapi balasan yang diberikan Risma juga tidak bisa dibenarkan dan menjadi alasan untuk melapor ke Ombudsman.

“Dibalas penguasa dengan (atas nama pribadi) gunakan ASN (biro hukum pemkot) dan kekuatan (Polri), plus biaya negara jemput paksa rakyat lintas provinsi untuk dibui di Surabaya!” urainya.

Secara pribadi, mantan jurubicara Presiden Gus Dur itu memastikan dirinya tidak ada masalah pribadi dengan Risma. Dia bahkan mengaku tidak kenal sama sekali dengan Risma.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya