Berita

Azis Syamsuddin/Net

Politik

Pimpinan DPR Belum Pegang Draf RUU Omnibus Law

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 13:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Draf RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bersama draf RUU Omnibus Law Perpajakan, Pemindahan Ibukota, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) belum diterima DPR RI hingga saat ini.

Penegasan itu disampaikan langsung Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin kepada wartawan di Komplek Palemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2).

"Omnibus Law itu belum di Rapim-kan (Rapat Pimpinan), belum masuk secara resmi, kita belum terima di dalam," ujar Aziz Syamsudin.


Menurut Aziz Syamsudin, DPR, khususnya pimpinan masih dalam posisi menunggu draf resmi RUU Omnibus Law dari pemerintah.

"Seperti itu (DPR menunggu)," singkatnya.

Namun, saat ditanya apakah DPR khawatir dengan reaksi masyarakat menjadi alasan menutup-nutupi waktu pembahasan RUU Omnibus Law, Azis Syamsuddin.

Politisi Partai Golkar itu memastikan, jika draf resmi keempat RUU Omnibus Law sudah diterima, maka DPR akan segera melakukan pembahasan sesuai mekanismenya.

“Kalau masuk kita proses, mekanismenya kan ada. Ada di dalam tatib itu harus dibawa ke rapat pimpinan kemudian rapim itu mengagendakan dalam Bamus. Bamus disepakati masuk ke paripurna," demikian Azis Syamsuddin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya