Berita

Didik J Rachbini/Net

Politik

Indef Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun 0,2 Persen Karena Virus Corona

RABU, 05 FEBRUARI 2020 | 21:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Analis ekonomi telah banyak menyampaikan dampak yang bakal diterima Indonesia karena wabah virus corona. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi domestik bakal turun atau terkontraksi dalam kurun waktu satu semester ini.

Teranyar, analis senior yang juga pendiri  dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J. Rachbini, meyebutkan perkiraan penurunan angka ekonomi yang mungkin terjadi.

"Indonesia mungkin kena 0,2 persen (penurunan nilai pertumbuhan ekonomi) atau berapa gitu, karena versinya berbeda-beda," ucap Profesor Universitas Indonesia (UI) ini, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/1).


Pendiri Universitas Paramadina ini menjelaskan bahwa dampak ekonomi atas penyebatan virus corona tidak bisa dipungkiri. Sebab, China yang merupakan mitra dagang terbesar Indonesia juga berdampak.

"China ini kan lokomotif dari pertumbuhan ekonomi dunia. Dia sudah dipastikan akan turun satu atau dua persen dibawah prediksi sebelumnya, dan tentu akan berpengaruh kepada negara-negara sekitar," jelasnya.

Meski demikian, Didik Rachbini meminta pemerintah untuk tetap optimis terhadap laju perekonomian di dalam negeri.

Meskipun kenyataannya, pemerintah juga telah menerapkan kebijakan pembatasan akses transportasi China, yang juga bakal berdampak ke hubungan dagang kedua negara.

"Pengaruh negatif sudah pasti ada, karena dia (China) turun 1 persen. Tapi jangan bicara negatifnya, tapi peluangnya," pungkasnya.  

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya