Berita

Joko Widodo dan Xi Jinping/Net

Politik

Jokowi Cukup Telepon Xin Jinping, Klarifikasi Pembatasan Akses Transportasi China

RABU, 05 FEBRUARI 2020 | 17:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Selasa kemarin (5/1), Dubes China Xiao Qian menyampaikan sikap politik rezim komunis China terkait kebijakan pembatasan akses keluar masuk transportasi China oleh pemerintah Indonesia akibat wabah virus corona.

Bahkan, Xiao Qian memberikan warning tentang adanya dampak ekonomi domestik yang kian memburuk akibat kebijakan itu.

Melihat sikap China tehadap Indonesia ini, sudah barang tentu berpotensi membuat renggang hubungan bilateral kedua negara. Tapi bukan berarti, pemerintah Indonesia jadi kendor menjalankan kebijakan pembatasan akses transportasi China.


Sebab menurut pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, Presiden Joko Widodo bisa mendinginkan situasi saat ini dengan melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden China Xin Jinping.

"Presiden Jokowi tinggal telepon Presiden China lah. Enggak perlu kunjungan bilateral," ucap aktivis 98 ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/1).

Lagi pula, lanjut Ray Rangkuti, dampak ekonomi karena pembatasan transportasi antar negara memang akan berdampak ke perekonomian dalam negeri. Menurutnya, hal itu justru harus diantispatif oleh pemerintah dengan membujuk pemerintah China untuk bersabar.

"Saya kira dalam hal ini Jokowi sudah bisa memberi pengertian kepada pemerintah China bahwa kebijakan ini tidak bersifat paten, ya normal saja sesuai situasi yang berkembang," ujar Ray Rangkuti.

"Memang akan ada kerugian nantinya. Tapi kan ini musibah Corona, enggak bisa ditunda-tunda begitu ya," tambahnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya