Berita

Wakil Dutabesar Palestina untuk Indonesia, Taher Ibrahim Abdallah Hamad/RMOL

Dunia

Tiga Alasan Palestina Tolak Proposal Damai Donald Trump

RABU, 05 FEBRUARI 2020 | 17:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Paletina dengan sangat tegas mengecam proposal perdamaian yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Proposal yang digadang-gadang sebagai kesepakatan abad ini atau “deal of the century” itu sangat sarat politis dan tidak memenuhi prinsip “two state solution”.

Sebagai bentuk penolakan pemerintah, Kedutaan Besar Palestina di Jakarta mengadakan "Aksi Mendukung Isu Palestina dan Menolak Perdamaian Abad Ini yang Tidak Sah" di kantornya, Menteng, Jakarta, Rabu (5/2).

Dikatakan oleh Wakil Dutabesar Palestina untuk Indonesia, Taher Ibrahim Abdallah Hamad, ada beberapa hal yang dapat dijadikan alasan kuat bagi rakyat Palestina untuk menolak kesepakatan yang disebutnya ditujukan untuk rezim apartheid tersebut.


"Alasan pertama, Yerusalam sepenuhnya diberikan kepada Israel. Padahal, orang pertama yang tinggal di sana adalah Palestina, pada 3.000 tahun sebelum masehi (SM)," kata Hamad.

Hamad menjelaskan, tanah Palestina sudah menjadi saksi sejarah bagaimana penjajahan tiada henti-hentinya. Dimulai Kerajaan Roma pada 630 SM, hingga pada akhirnya penjajahan Inggris dan kini Israel.

Namun, bangsa Palestina, baik muslim maupun Kristen tetap bisa membangun sejarah, membangun pemukiman, dan kebudayaan. Buktinya di sana ada banyak tempat-tempat bersejarah bagi umat beragama. Dan tempat itu saat ini dirawat oleh Yordania.

"Atas alasan ini, warga Palestina, muslim dan Kristen, berdampingan menolak kesepakatan abad ini," tegasnya.

Untuk alasan kedua adalah kesepakatan tersebut membuat orang-orang yahudi tetap tinggal di Tepi Barat. Di mana sejak 1967, terdapat 720 ribu orang dengan 136 pemukiman di sana.

Palestina menolak legalitas pemukiman kaum yahudi karena sesuai dengan resolusi PBB, seluruh pengungsi dari Palestina akan dipulangkan. Dan Tepi Barat adalah rumah mereka sejak dulu.

Selanjutnya, Hamad menyikapi persoalan penahanan warga Palestina oleh Israel. Pada 1967 atau ketika pendudukan Israel, ada 6.100 warga Palestina yang berada di penjara Israel.

"Sampai sekarang, ada kurang lebih satu juta warga Palestina yang dipenjara karena alasan politis. Kami menolak ini karena (kesepakatan) tidak membahas apa pun mengenai (nasib) saudara-saudari kami di penjara Israel," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya