Berita

Ray Rangkuti/Net

Politik

Ray Rangkuti: Kalau Sri Mulyani Rugikan Publik, Tuntut Saja Jokowi

RABU, 05 FEBRUARI 2020 | 17:40 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah menjadi polemik belakangan ini. Sebab, ia diduga telah men-distrust kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah dalam menanggulangi permasalah ekonomi domestik saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Sri Mulyani saat mengahadiri acara laporan Bank Dunia di Energy Bulding, Jakarta, Kamis lalu (30/1).

Kala itu Sri Mulyani mengeluh terkait janji politik Presiden Joko Widodo yang disampaikan saat kampanye Pilpres 2019 lalu.


Ia mengaku mules setiap mendengar obral janji politik Jokowi. Kata Sri Mulyani nyatanya memang kondisi ekonomi Indonesia masih bisa dibilang tertekan, karena APBN mesti menanggung beban biaya penggangguran yang masih mencapai 7,07 juta jiwa.

Sementara, penerimaan negara sepanjang periode 2015 hingga akhir tahun 2019 masih defisit hingga Rp 1.599,9 triliun. Akibatnya, hutang negara masih menumpuk hingga sebesar Rp 4.779 triliun.

Karena hal inilah Koalisi Masyarakat dari Peduli Negara melaporkan Menkeu Sri Mulyani ke Ombudsman RI.

Menanggapi perkara ini, Pengamat Politik dari Universitas Syarif Hidayatullah UIN Jakarta, Ray Rangkuti, berpandangan bahwa lebih baik Koalisi Peduli Negara melaporkan Sri Mulyani langsung ke Presiden Joko Widodo.

"Lagipula kan ini sikap politik, kalau dianggap merugikan publik ya dituntut ke Pak Jokowinya," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/1).

Kata Ray, menteri merupakan jabatan politik yang diberikan oleh Presiden. Sehingga masyarakat luas, termasuk civil society, bisa menggugat langsung kepada Presiden lewat banyak saluran.

"Jadi ngadunya ke Jokowi, jangan ke komisi Ombudsman. Karena etika mereka (menteri), moralitas mereka yang dipersoalkan," ucap Ray Rangkuti.

Bahkan dalam gugatannya, masyarakat bisa meminta Presiden untuk langsung menjatuhkan sanksi atas sikap yang dilakukan Menteri Keuangan dua periode tersebut.

"Pak Jokowi, menteri anda membuat pernyataan yang mengakibatkan pelaku pasar tidak nyaman. Tolong yang bersangkutan diberi peringatan, atau kalau perlu dipecat," kata Ray Rangkuti seolah mempraktikkan tuntutan dari masyarakat ke pemerintah.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya