Berita

Joko Widodo/RMOL

Politik

Pengamat: Terbukti Jokowi Juga Bisa Keras Terhadap China

RABU, 05 FEBRUARI 2020 | 16:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebijakan preventif atas penyebaran virus corona China dikeluarkan pemerintah Indonesia lewat pembatasan akses keluar masuk transportasi darat, laut dan udara.

Kebijakan ini mendapat apresiasi dari pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti.

Alumni Universitas Syarif Hidayatullah UIN Jakarta ini melihat adanya dampak positif terhadap citra Presiden Joko Widodo, karena kebijakan ini. Dimana, persepsi masyarakat akan tertuju kepada sikap kepala negara yang tidak pandang bulu terhadap China.


"Selama ini dia dicitrakan lembek-lembek saja menghadapi China, tapi dengan menutup semua akses dari dan kesana itu saya kira memberi sinyal yang baik," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/1).

Lebih lanjut, Ray mengesampingkan dampak ekonomi dari pembatasan akses transportasi China, meskipun Dubes negeri tirai bambu ini, Xiao Qian, memberikan warning tentang dampak buruk ekonomi Indonesia.

Justru menurutnya, China terkesan kecewa dengan langkah pemerintah RI. "Karena tidak mudah juga kebijakan ini bisa diterima oleh pemerintah China," sebut Ray Rangkuti.

Meski begitu, Ray Rangkuti meyakini bahwa hubungan bilateral Indonesia-China tidak akan memperburuk karena kebijakan ini. Tapi dengan catatan, pemerintah bisa memberikan pengertian kepada rezim komunis China, bahwa pembatasan akses transportasi hanya dilakukan secara temporer.

"Ya tinggal pandai-pandainya pemerintah Jokowi, bahwa kebijakan ini bersifat sementara. Selama masalah Corona ini masih gejala," pungkas pendiri Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya