Berita

Ray Rangkuti/Net

Politik

Pernyataan Dubes China Jadi Tantangan Bagi Jokowi

RABU, 05 FEBRUARI 2020 | 15:55 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah China merasa keberatan atas kebijakan pemerintah Indonesia yang menutup akses keluar masuk transportasi darat, laut dan udara China. Padahal, kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Virus Corona yang tengah menjadi ancaman global saat ini.

Potensi dampak kerugian ekonomi pun disampaikan oleh pemerintah China lewat Dutabesar untuk Indonesia, Xiao Qian dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu siang tadi (5/1).

"Itu juga sebenarnya akan merugikan ekonomi, perdagangan, dan pariwisata Indonesia itu sendiri," begitu Xiao Qian memperingatkan pemerintah RI.


Jika dinilai melalui sudut pandang politik, pemerintah Presiden Joko Widodo sebenarnya tengah mendapat tantangan dari pemeritah komunis China. Sebab, kebijakannya dianggap merugikan ekonomi negara tirai bambu tersebut.

Begitu pandangan pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ray Rangkuti, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/1).

"Di sinilah tantangannya bagi pemerintah Jokowi, untuk meyakinkan pemerintah China bahwa kebijakan ini bersifat sementara," ucap pendiri Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) ini.

Terkait warning yang diberikan pemerintah China, Ray Rangkuti menilai hal itu sebagai suatu sikap yang wajar. Akan tetapi akan berbeda ceritanya, jika pemerintah Indonesia tidak menerapkan langkah preventif penutupan akses transportasi China, demi menangkal wabah virus corona.

"Sesuatu yang enggak mungkin bisa ditawar-tawar kalau soal itu kan. Kalau sampai tidak ada langkah preventif dari pemerintah ya dampaknya juga besar bagi bangsa ini," tambahnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya