Berita

Wakil Presiden RI Maruf Amin/Net

Politik

Pengamat SMRC: Maruf Amin Masih Jago Kandang

SELASA, 04 FEBRUARI 2020 | 12:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wakil Presiden Maruf Amin sempat melontarkan cita-citanya terkait eksistensi Islam Indonesia di dunia. Dia menyatakan bahwa peradaban Islam nusantara layak menjadi rujukan kajian peradaban islam global.

Pernyataan itu disampaikan Maruf Amin saat menjalani peran sebagai Wapres di bulan pertama masa kerjanya, dalam acara Expert Meeting Indonesia International Islamic University (UIII) pada 26 November 2019 silam.

Namun, selama 100 hari lebih masa kerjanya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini belum menunjukan inisiatif untuk merealisasikan itikad baik tersebut.


Hal inilah yang kemudian dipertanyakan oleh analis politik dari Saiful Mujani Reserch and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas.

"Kiai Maruf semestinya dengan posisinya sekarang (Wapres) mulai menunjukan inisiatif-inisiatif strategisnya di sektor itu," ucap Sirojudin Abbas saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/1).

Selama tiga bulan pertama kemarin, Sirojudin Abbas mengaku tidak melihat secara spesifik upaya Maruf Amin memperkenalkan dunia Islam Indonesia di kancah global. Padahal secara atribusi, dia tengah menempati posisi strategis sebagai orang nomor dua di Indonesia.

Tapi kenyataannya, mantan Rais Aam PBNU itu masih belum secara riil berperan sebagai motor pengembangan Islam di Indonesia.

"Kiai Maruf kelihatannya masih gamang bergaul dengan dunia Islam internasional. Kelihatan betul Kiai Maruf masih berorientasi ke dalam, masih jago kandang," ujar Sirojudin Abbas.

"Beliau belum terlihat berani misalnya menyampaikaan ide-denya di forum dunia Islam yang lebih luas, misalnya di OKI (Organisasi Kerjasama Islam)," sambungnya.

Disamping itu, ekspektasi masyarakat terhadap Maruf Amin juga sangat tinggi untuk memperkuat keislaman di nusantara. Mengingat, persoalan radikalisme agama tengah menjadi problem pelik yang dihadapi pemerintahan selama kurun waktu 4-5 tahun terakhir.

Oleh karena itu, Sirojudin Abbas berpandangan bahwa sosok tokoh senior NU itu mesti menguatkan Islam Indonesia moderat di dalam negeri, sebelum mempromosikan Islam nusantara.

"Bagaiamana memeperkuat keislamanan dengan ke indonesiaan. Menurunkan sikap beragama yang radikal, intoleran, dan memastikan organisasi-organisasi Islam itu memperkuat kebhinekaan," tambah Direktur Program SMRC ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya