Berita

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar saat menghadiri pertemuan OKI/Ist

Politik

Kepada Forum OKI, Wamenlu RI Minta Negara Muslim Komitmen Penuh Untuk Palestina

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 | 22:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menanggapi rencana perdamaian kontroversial diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) langsung mengadakan pertemuan luar bisa level menteri luar negeri.

Bertempat di Jeddah, Arab Saudi pada Senin (3/2), Open-Ended Extraordinary Meeting of the OIC Executive Committee at the Level of Foreign Ministers atau Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Luar Biasa Komite Eksekutif OKI digelar.

Pertemuan sendiri diselenggarakan atas permintaan Palestina untuk menanggapi rencana perdamaian yang dikenalkan oleh Trump pada Selasa (28/1) yang digadang-gadang sebagai "Deal of Century".


Dalam kesempatan tersebut, pemerintah Indonesia, diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mendesak agar seluruh anggota OKI tetap berkomitmen penuh untuk Palestina.

“Indonesia mendesak semua anggota OKI agar tetap bersatu dan berkomitmen dalam solidaritas penuh untuk Palestina,” tegas Mahendra seperti yang dilansir dari laman Kemlu.

Dalam kesempatan tersebut, Mahendra juga mengajukan tiga saran agar OKI dapat mencapai posisi bersama. Pertama, menegaskan kembali agar umat Islam di seluruh dunia untuk secara konsisten bersatu dalam penyelesaian permasalahan di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

"Kedua, menegaskan kembali prinsip-prinsip solusi dua negara atau two-state solution yang menghormati hukum internasional dan parameter yang disepakati secara internasional, sebagai satu-satunya solusi dalam penyelesaian masalah di Palestina," lanjutnya.

Dan terakhir, menegaskan kembali pentingnya dialog di antara pihak-pihak terkait untuk mencapai stabilitas dan perdamaian abadi untuk Palestina dan kawasan.

Selain itu, Mahendra juga mendorong OKI untuk tetap konsisten dengan keputusan yang telah dibuat. Di mana rencana perdamaian Timur Tengah Trump tidak berdasar pada hukum internasional dalam mempertahankan status kota Yerusalem.

Selain Indonesia, pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara anggota OKI, antara lain dari Palestina, Arab Saudi, Turki, Yordania, Kuwait, Malaysia, dan negara-negara muslim lainnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya