Berita

Unjuk rasa menentang rencana perdamaian Timur Tengah ala Trump/Net

Dunia

Solidaritas Untuk Palestina, Rusia Tolak 'Kesepakatan Abad Ini' Ala Trump

MINGGU, 02 FEBRUARI 2020 | 21:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia merupakan salah satu negara yang ragu dengan rencana perdamaian Timur Tengah baru yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Bukan tanpa alasan, pasalnya Rusia menilai bahwa rencana perdamaian yang diklaim Trump sebagai "kesepakatan abad ini" tidak sesuai dengan keputusan PBB mengenai masalah tersebut serta tidak cocok dengan dunia Arab.
"Cukup jelas bahwa beberapa ketentuan rencana ini tidak sepenuhnya sesuai dengan resolusi yang relevan oleh Dewan Keamanan PBB," kata juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, seperti dimuat Russia Today (Minggu, 2/2).

Ini adalah tanggapan resmi perdana Kremlin atas rencana Amerika Serikat yang dibuat tanpa konsultasi atau pembicaraan lebih dulu dengan Palestina.  

Ini adalah tanggapan resmi perdana Kremlin atas rencana Amerika Serikat yang dibuat tanpa konsultasi atau pembicaraan lebih dulu dengan Palestina.  

"Kami melihat reaksi Palestina, kami melihat reaksi sejumlah negara Arab yang menolak rencana ini dalam solidaritas dengan Palestina," sambung Peskov.

Trump sendiri diketahui menganggap rencana perdamaian itu sebagai kesempatan "win-win" bagi kedua belah pihak, dan solusi dua negara yang realistis bagi masalah Israel dan Palestina.

Namun rencana itu ditolak keras oleh Palestina karena sangat tidak menampung hak warga Palestina. Salah satu poinnya menyebutkan bahwa mereka menyerukan pembentukan negara Palestina yang berdaulat, namun ibukotanya akan berlokasi di luar Yerusalem Timur, dan keamanan serta kebijakan perbatasannya akan diputuskan oleh Israel.

Penolakan yang sama juga dikeluarkan oleh Liga Arab yang menggelar pertemuan darurat di Kairo akhir pekan ini. Mereka menggap bahwa rencana itu tidak adil bagi Palestina.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya