Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Waswas Corona, Militer AS Di Korsel Siapkan Langkah Pencegahan

MINGGU, 02 FEBRUARI 2020 | 21:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Virus corona yang mewabah di China dan sejumlah negara lainnya, termasuk Korea Selatan membuat was was militer Amerika Serikat yang berbasis di negeri ginseng tersebut.

Mereka khawatir bahwa wabah baru yang telah menyebabkan lebih dari 300 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya terinfeksi itu bisa membahayakan kesiapan militer Amerika Serikat di Korea Selatan.
Karena itulah, Pasukan Amerika Serikat Korea (USFK) mendorong anggota yang melakukan perjalanan ke China untuk mengisolasi diri mereka selama dua minggu.

"USFK telah melembagakan karantina mandiri selama 14 hari untuk anggota layanan Amerika Serikat yang kembali dari China daratan ke Korea Selatan pada atau setelah tanggal 19 Januari, efektif pada hari Minggu, 2 Februari pada siang hari," begitu bunyi pernyataan yang dirilis oleh USFK (Minggu, 2/2).

"USFK telah melembagakan karantina mandiri selama 14 hari untuk anggota layanan Amerika Serikat yang kembali dari China daratan ke Korea Selatan pada atau setelah tanggal 19 Januari, efektif pada hari Minggu, 2 Februari pada siang hari," begitu bunyi pernyataan yang dirilis oleh USFK (Minggu, 2/2).

"Setiap prajurit yang menunjukkan gejala atau dikonfirmasi dengan coronavirus novel "akan segera di bawah evaluasi oleh para profesional medis USFK," tambah pernyataan yang sama, seperti dimuat Russia Today.

Langkah ini juga sangat dianjurkan untuk anggota keluarga, warga sipil yang terkait serta kontraktor.

Meski begitu, sejauh ini USFK tidak mengetahui adanya pasukan Amerika Serikat yang melakukan perjalanan ke provinsi-provinsi yang paling parah terkena dampak di China.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya