Berita

Yasonna H. Laoly/Net

Politik

Banyak Menteri Kagetan, Roy Suryo Tantang Menkumham Mundur Agar Masyarakat Yang Kaget

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 09:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Akhir-akhir ini ditemukan banyak menteri dan elite Kabinet Indonesia Maju merasa kaget atas apa yang terjadi di lingkungan kementeriannya sendiri.

Seperti, Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa kaget dengan dana BOS masih dikorupsi, Menteri BUMN Erick Tohir kaget dengan anak cucu perusahaan, Pembina BPIP Megawati Soekarnoputri kaget banyak menteri di acara BMKG, hingga Menteri PUPR Basuki Hadimuljo kaget tarif tol dalam kota naik mendadak.

Terkait hal itu, politisi Partai Demokrat Roy Suryo merasa heran dengan kekagetan para menteri hingga tokoh yang seolah-olah serempak. Karena itu dia berharap kekagetan itu bukanlah gimmick atau dibuat-buat.


"Kok sekarang banyak yang kaget ya...? Jadi ingat pepatah Jawa: "ojo kagetan, ojo gumunan..." (Jangan sering-sering kaget dan jangan sering-sering terkagum-kagum) karena memang di negara +62 ini segalanya bisa mungkin, asal saja "kekagetannya" ini bukan bagian dari gimmick atau sandiwara-sandiwara," kata Roy dalam cuitan akun twitternya, Sabtu (1/2).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini pun menyindir Menkumham Yasonna H. Laoly untuk mundur dari jabatannya lantaran diduga telah membohongi publik teruatama soal keimigrasian pada kasus Caleg PDI Perjuangan Harun Masiku.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, bukan Yasonna yang mundur. Politisi PDIP itu malah terkesan menyalahkan anak buahnya yakni Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie yang dicopot dari jabatannya.

Roy mengatakan, jika Yasonna mengundurkan diri dari jabatannya, sedikit banyaknya akan membuat netizen (warganet) kaget. Sebab, kekagetan itu agar tidak hanya dialami para menteri saja.

"Kalau memang Menkumham benar-benar (berani) mundur, gantian netizen yang kaget. Tetapi langkah tersebut jika dilakukan (sekali lagi "kalau benar-benar berani"), akan mendapat apresiasi dari masyarakat luas sebagai sikap yang gentle dan bertanggung jawab, tidak hanya bisanya menyalahkan anak buah," demikian Roy Suryo.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya