Berita

Presiden Jokowi Saat Berkunjung Ke Ibu Kota Baru Di Penajam

Nusantara

Pak Presiden, Ingat-ingat BNPB Pernah Sebut Wilayah Penajam Paser Utara Rawan Bencana

JUMAT, 31 JANUARI 2020 | 13:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Calon ibu kota baru RI dikabarkan terendam banjir setelah hujan deras megguyur wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Kamis (30/1). Kepala Desa Bumi Harapan, Kastiyar, membenarkan kabar tersebut dan menyebut sejumlah sawah yang baru saja selesai ditanami bulan lalu terendam.

Sebelumnya, Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bernardus Wisnu Widjaja, pernah menyebutkan calon ibu kota baru yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur itu  rawan bencana banjir dan tsunami.

“Masih ada setidaknya dua potensi bencana untuk saat ini yang ada di kawasan calon ibu kota. Potensi itu adalah banjir yang titiknya berada di muara sungai dekat pantai. Potensi lainnya adalah tsunami karena imbas dari Sulawesi,” kata Bernardus Wisnu di Jakarta pada Jumat, (30/8) lalu.


Namun demikian, dia menjelaskan soal perbedaan antara tsunami dengan bencana tsunami. Tsunami, menurutnya, suatu fenomena alam yang terjadi secara berulang.

Sedangkan bencana adalah suatu peristiwa yang bisa dicegah dengan catatan tidak ada manusia yang mendiami daerah rawan tsunami. Apabila terdapat penduduk, perlu disiapkan infrastruktur agar tidak terkena tsunami langsung.

"Tadi kalau kita lihat potensi atau risiko bencana, di Kalimantan saat ini yang terbaik atau minim potensi bencana. Yang biasanya paling dramatis itu bencana geologi, nah Kalimantan Timur itu save dari geologi. Artinya rendah sampai maksimum sedang," kata Wisnu.

Apa yang disebut BNPB terbukti, kemarin wilayah Penajam diterjang banjir hingga menggenangi ratusan sawah-sawah dan sekolah.

Kepala sub Bidang kedaruratan Badan penaggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Samudri banjir tak seluruhnya merendam desa Bumi Harapan, tetapi hanya terjadi di beberapa tempat yang lokasinya agak rendah.
"Itu kan pegunungan kan. Nah, aliran yang lembah itu perlu ada aliran sungai, ada beberapa yang perlu dibesarkan. Mungkin ada penyempitan ada sawah di bawahnya," ujarnya, saat dkonfirmasi, Kamis (30/1).

Diungkapkannya, sudah ada upaya bersama dengan UPT Setempat pelebaran aliran sungai, tetapi terkendala dengan warga untuk pelebaran sungai lantaran sawahnya akan terkena pelebaran sungai.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya