Berita

Pertemuan Nasdem dan PKS/RMOL

Politik

Presiden PKS Keluhkan Proses Penyusunan Draf Omnibus Law Ke Surya Paloh

RABU, 29 JANUARI 2020 | 17:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pertemuan Presiden PKS Sohibul Iman dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh turut membicarakan soal Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang disusun pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga hari ini.  

Dalam kesempatan itu, Sohibul terkesan mengeluhkan proses penyusunan draf ommnibus law. Sebab beberapa waktu lalu, beredar luas di publik suatu draf peraturan perundang-undangan berjudul 'Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja'.

"Tadi saya sampaikan ke Bang Surya, tolong pemerintah di dalam menggulirkan omnibus law ini perlu betul-betul ekstra hati-hati, dikelola dengan baik, jangan sampai omnibus law ini drafnya belum disampaikan ke DPR tapi kemudian muncul draf-draf yang sulit dipertanggungjawabkan," kata Sohibul di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/1).


"Ini saya kira justru akan menimbulkan persepsi yang buruk sebelum undang-undang itu ada," sambungnya.

Bagi PKS, tutur mantan Wakil Ketua DPR ini, omnibus law merupakan suatu hal yang penting. Karena, pertama kali dalam sejarah pemerintahan di Indonesia menggabungkan 79 undang-undang ke dalam suatu draf rancangan undang-undang (RUU).

"PKS berpandangan omnibus law ini merupakan suatu yang sangat penting. Dan karena itu, menangani omnibus law ini harus betul-betul ditangani secara baik, tidak boleh serampangan," jelasnya.

Lebih lanjut, Sohibul berharap agar penyusunan omnibus law ini bisa segera dibahas di parlemen. Sebab, PKS juga akan mendukung pembahasan RUU ini ke depannya.

"Kalau itu bisa dijaga bersama, maka insyaallah kami di DPR akan sama-sama melakukan pembahasan. Sehingga kalau drafnya seperti ini maka hasilnya bisa jauh lebih baik untuk kepentingan kita bersama," pungkas mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya