Berita

Kobe Bryant dan Paulo Coelho/Net

Dunia

Kobe Bryant Meninggal, Proyek Buku Dengan Paulo Coelho Gagal

SELASA, 28 JANUARI 2020 | 10:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Apa jadinya jika seorang penulis sekelas Paulo Coelho dan pebasket legendaris Kobe Bryant berkolaborasi untuk membuat sebuah buku? Bisa jadi akan tercipa sebuah buku yang luar biasa.

Sayang, kolaborasi itu kini hanya tinggal kenangan. Karena sang penulis mengumumkan telah menghapus draf buku yang tengah ia tulis bersama Bryant. Pengumuman ini dibuat hanya beberapa jam setelah kematian mengenaskan dari sang legenda NBA ini.

Senin (27/1), dalam akun resminya, @paulocoelho, penulis "The Alchemist" ini mengatakan akan menghapus draf hasil kerja keras mereka, dibanding harus menyelesaikan buku itu tanpa Bryant.


"Anda lebih dari seorang pemain yang hebat, Kobe Bryant. Saya telah belajar banyak dengan bercengkrama dengan Anda. Saya akan menghapus draf sekarang, buku ini telah kehilangan alasannya," tulis penulis buku best-seller ini.

Ketika dihubungi oleh Associated Press di hari yang sama, Coelho mengatakan tidak masuk akal untuk menerbitkan buku tersebut tanpa pemilik 5 cincin juara NBA tersebut. Walaupun begitu, ia mengaku suatu hari nanti akan menulis pelajaran-pelajaran berharga selama mengenal Bryant.

"Itu tidak menghentikan saya dari menulis, suatu hari nanti, tentang hal-hal yang saya pelajari dari Kobe dan seberapa besar dia dari orang yang hidup. Tapi buku anak-anak tidak masuk akal lagi," ujarnya.

Proyek buku antara Bryant dan novelis 72 tahun itu sebenarnya telah dimulai pada 2016 atau ketika eks bintang LA Lakers itu pensiun. Namun, penulisan buku sendiri baru dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu.

Menurut Coelho, buku tersebut berisi gagasan-gagasan yang bisa menginspirasi anak-anak kurang mampu untuk mengatasi kesulitan melalui olahraga. Bryant sendiri sebelumnya telah menerbitkan otobiografinya yang berjudul "Mamba Mentality: How I Play" pada 2018.

"Saya melihat dia memiliki lebih dari sekadar olahraga dalam pikirannya, itu bukan soal kompetisi," lanjut Coelho.

"Kematiannya yang tragis telah menunjukkan betapa dia penting bagi dunia, tidak hanya bagi Amerika Serikat. Kita akan membahas warisannya selama bertahun-tahun, jauh melampaui olahraga," tegasnya.

Kematian Bryant memang tragis. Bryant dan putrinya, Gianna, yang baru berusia 13 tahun tewas dalam kecelakaan helikopter bersama tujuh orang lainnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya