Berita

Bendera PAN/Net

Politik

Zulhas Dan Mulfachri Seimbang, Petuah Pendiri PAN: Nakhoda Harus Antar Penumpang Ke Tujuan, Jangan Suka-suka!

SENIN, 27 JANUARI 2020 | 10:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kongres PAN semakin dekat. Dua calon kuat muncul ke permukaan, yaitu petahana Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap.

Peta kekuatan keduanya pun cenderung berimbang. Mulfachri sebagai penantang petahana mendapat nilai lebih karena sudah mengantongi restu dari Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Menanggapi kongres yang kian memanas, salah satu pendiri PAN Putra Jaya Husin berpesan kepada calon pemimpin partai.


Dia menganalogikan partai layaknya sebuah wahana, dalam hal ini kapal besar yang butuh nakhoda handal.

“Nakhoda dibutuhkan sesuai dengan kondisi wahana itu sendiri,” tuturnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (27/1)   

Jika kapal berlayar ke daerah Timur Tengah, maka dibutuhkan nakhoda yang siap tahan dengan suhu panas. Begitu juga kalau berlayar ke Eropa, butuh juru mudi yang handal di suasana dingin.

“Pertanyaan mendasarnya, ini PAN sebagai wahana mau dibawa ke mana?” ujar Putra Jaya.

Sementara nakhoda yang telah dipilih oleh penumpang juga harus amanah. Penumpang harus ditanya mau pergi ke arah mana. Setelah itu, menjadi tugas nakhoda untuk mengantar.

“Jangan sampai nakhoda terpilih suka-suka, nanti bisa muntah penumpangnya,” sambung Putra Jaya yang pada kepengurusan kali ini menyatakan diri nonaktif dari jabatan Sekretaris Dewan Kehormatan PAN.

Jika nakhoda suka-suka dan tidak manut pada permintaan penumpang, maka hanya ada dua opsi yang akan terjadi. Pertama, penumpang berbondong-bondong lompat ke wahana lain.

“Kedua, melempar nakhoda ke luar kapal dan mencari yang baru,” demikian petuah Putra Jaya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya