Berita

Penanganan pasien terpapar virus corona/Net

Publika

Senjata Makan Tuan China Daratan

MINGGU, 26 JANUARI 2020 | 17:17 WIB

SETELAH masyarakat dan rakyat Indonesia gelisah dengan kebijakan longgar mengenai kepentingan China di Indonesia baik dana pinjaman, proyek investasi, maupun tenaga kerja yang dipekerjakan atau diselundupkan, kini kita dikejutkan munculnya wabah di China yang disebabkan oleh virus corona.

Virus Corona merupakan virus yang hampir sama dengan SARS, menyerang pernafasan dan tentu mematikan. WHO mengadakan pembahasan apakah kasus virus corona dapat dikategorikan menjadi wabah global.

Sumber  virus ini berasal dari Wuhan China. Tercatat 26 korban mati dan 830 terjangkit. Penyebaran pun terjadi. Di China sendiri 56 juta warga dilarang bepergian. Deteksi aktif di kereta, bus, dan alat transportasi umum. Pos-pos kesehatan dibuat di bandara, terminal, dan stasiun. China panik.


Ternyata tersebarnya virus ini disebabkan bocornya pabrik rekayasa genetika untuk pembuatan senjata biologi. China sedang menyiapkan kekuatan serang senjata biologi yang membahayakan. Entah untuk melawan AS atau negara negara lain, yang jelas China serius menyiapkan senjata pembunuh massal ini.

Rupanya takdir China pabrik rahasia yang berada di Wuhan ini mengalami kebocoran sehingga merenggut korban warga China sendiri. Terhitung ada 500 pabrik bio farmacy di Wuhan. 8 di antaranya terbesar.

Indonesia mesti waspada dengan epidemi Virus Corona China ini. China sedang "ekspansi" ke negara kita. Manuver gerakan ke Natuna membuat kita kalang kabut. Masuk warga China ke negara kita pun cukup masif. Termasuk para pekerja proyek dan jaringan jalan maritimnya Pak Luhut. China ke depan akan lebih leluasa "bermain" di Indonesia. Daya dukung mereka cukup besar.

China Komunis sendiri panik dengan "senjata makan tuan" ini. Warga Wuhan dan beberapa kota lain telah dilarang bepergian. Suasana tegang dan dihinggapi rasa takut. Masker habis di toko atau apotik penjualan. Konon ada yang menggunakan pembalut wanita sebagai masker. Kota ditutup untuk mencegah penyebaran.

Negara AS, Jepang, Australia, dan Korea membuat sinyal waspada. Corona dapat menular ke mana-mana.

Hikmahnya adalah, pertama kita mesti berhati-hati dengan WN China yang masuk ke Indonesia, resmi atau tidak. Kedua, jangan bergantung pada kekuatan China karena hakikatnya rapuh juga. Ketiga, China negara komunis yang tidak memiliki nilai moral untuk menipu, menjebak, dan menyandera siapapun pemimpin di dunia.

Keempat, China zalim pada muslim sebagaimana terhadap Uighur. Kelima, China negara angkuh yang sedang membangkitkan kembali kekaisarannya.  Keenam, warga China diaspora diikat untuk menjadi bagian dari kekaisaran. Ketujuh, menteri atau pejabat yang pro-China adalah pengkhianat bangsa.

Kedelapan, semakin China merajalela, semakin menguat gerakan anti-China. Kesembilan, rencana jahat selalu ada error yang membongkar. Kesepuluh, China itu biang budaya suap, narkoba, judi, serta kini virus berbahaya.

Semangat China untuk menguasai dunia di bawah Xi Jinping seolah ingin membangkitkan kekaisaran lama. Imperium digdaya. Tentu Indonesia harus waspada dan jangan menjadi bagiannya. Kekaisaran China mesti dilawan.

Tetapi bukan dengan Keraton Agung Sejagat atau Sunda Empire. Itu mah kodok yang ingin menjadi kebo.

M Rizal Fadillah

Pemerhati Politik

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Bripda Nopandri Anggota Polres Katingan Ditemukan Wafat Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:06

GreenBus Pertamina, Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:46

Aipda Endang Karyana Gugur usai Tertabrak Tugas di Tol Joglo

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:39

Bank Mandiri Taspen Gelar Appreciation Night Bersama Media di Pantai Sanur

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:10

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda dan PJU Mabes

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34

Ulang Tahun, Dasco Ucapkan Selamat untuk Nadiem Makarim

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08

Terus Ada, Ada Terus, BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial 80 Tahun Pengabdian

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:44

Partai Demokrat Ajak Publik Terlibat Tentukan Logo HUT ke-25

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:52

Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Ini Jadwalnya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25

KAI Group Angkut 258,99 Juta Penumpang di Semester I 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:57

Selengkapnya