Berita

Lion Air/Net

Bisnis

Waspada Pneumonia, Rute Lion Air Denpasar-Wuhan Hanya Untuk Memulangkan Wisman China

SABTU, 25 JANUARI 2020 | 15:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Maskapai penerbangan Lion Air lakukan pembatasan perjalanan sementara menuju Wuhan, China dari Denpasar, Bali.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyebutkan pembekuan sementara dilakukan sesuai pemberitahuan resmi otoritass di Wuhan.

"Perubahan dan pembatalan penerbangan merupakan implementasi dan langkah preventif terhadap penyebaran penyakit pneumonia berat di Wuhan," ujar Danang dalam keterangannya, Sabtu (25/1).


Pneumonia berat belakangan menjadi wabah di Wuhan. Penyakin ini disebabkan oleh penyebaran virus novel corona, virus jenis baru yang belum dipastikan vaksin untuk pengobatannya.

Sesuai dengan pemberitahuan resmi otoritas setempat (notam) di Wuhan, kata Danang, bahwa status bandara saat ini hanya diperbolehkan melayani kedatangan. Sementara, untuk keberangkatan tidak membawa penumpang.

Selain itu, otoritas setempat hanya memperbolehkan bandara sebagai alternatif pendaratan kondisi darurat (emergency landing).

Dengan kondisi tersebutm, Danang menjelaskan bahwa penerbangan Lion Air rute Denpasar�"Wuhan beroperasi 24 dan 26 Januari 2020 hanya pemulangan dengan membawa tamu atau penumpang yang masih berada di Bali.

Sedangkan penerbangan Wuhan�"Denpasar sebagai ferry flight yaitu hanya membawa kru dan tidak melayani tamu atau penumpang.

"Penerbangan Denpasar�"Wuhan mengalami perubahan direncanakan menjadi rute Denpasar ke Changsa�"Bandar Udara Internasional Huanghua, Hunan, Republik Rakyat China," jelasnya.

Sambungnya, upaya pencegahan pada penerbangan internasional juga berlaku dari dan ke Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL).

"Untuk perkembangan lebih lanjut dan terbaru mengenai rute dimaksud, akan disampaikan kemudian," demikian Danang.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya