Berita

Karhutla Di Australia/Net

Dunia

Australia Kembali Dilalap Api, Pesawat Pemadam Kebakaran Jatuh Tiga Kru Meninggal

KAMIS, 23 JANUARI 2020 | 18:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

   Kebakaran hutan kembali terjadi di dekat ibu kota Australia, Canberra, pada Kamis (23/1) siang. Api kembali berkobar di selatan bandara Canberra, pemerintah setempat pun meningkatkan status menjadi darurat.

Dalam keadaan itu, sebuah pesawat pemadam api jatuh dan hilang di sisi selatan negara bagian New South Wales, Australia. Dalam laporan AFP, pesawat pemadam yang jatuh merupakan Boeing 737 yang bisa membawa lebih dari 15 ribu liter air untuk misi memadamkan kebakaran hutan.

Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales mengatakan pesawat tersebut hendak memadamkan kebakaran api yang terjadi di gunung di dekat Sydney. Setidaknya tujuh api dinyatakan muncul dengan status darurat.


Pesawat pemadam api sempat kehilangan kontak saat menjalankan misi.

Dinas Pemadaman Kebakaran melaporkan dalam keterangannya, "Kru di darat kehilangan kontak dengan pesawat pemadam api yang sedang memadamkan kebakaran di area Snowy Monaro. Beberapa helikopter diterjunkan untuk melakukan pencarian."

Tiga orang kru pesawat tewas dalam insiden itu. Ketiganya merupakan warga negara Amerika Serikat yang dikirim untuk membantu pemadaman karhutla, demikian laporan Komisi Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales, Shane Fitzsimmons.

"Kami berduka dengan tewasnya tiga orang dalam insiden tersebut," ungkap Fitzsimmons.

Sekitar 94 ribu hektare lahan di area pegunungan itu habis dilalap api.

Kebakaran hutan di Australia belum selesai benar walau sempat ditempa hujan deras dan badai debu beberapa hari lalu.

Bandara Canberra akhirnya ditutup sementara. Kondisi temperatur tinggi dan angin kencang membuat jadwal penerbangan dari dan ke Canberra dihentikan. Ini adalah pertama kalinya operasional bandara dihentikan sejak kebakaran hutan terjadi pada November 2019.

Lewat akun Twitter resmi, bandara Canberra mengumumkan sejauh ini belum melakukan evakuasi. Penumpang yang terkena imbas diminta menghubungi pihak maskapai penerbangan untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Sejauh ini api dilaporkan telah membakar lebih dari 140 hektare area dekat bandara Canberra. Secara keseluruhan, kebakaran hutan telah menghanguskan lebih dari 7,3 hektare, 28 orang tewas, lebih dari 3.000 rumah dan bangunan rusak.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya