Berita

Anies Baswedan/Net

Publika

Toa Retrospective Action

SABTU, 18 JANUARI 2020 | 12:10 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MR. Tigor dan Rudi S. Kamrie mengubah scenario class action. Setelah kalkulasi mentah. Lupa bahwa Flood itu natural disaster. Bukan man-made catastrophe.

Class action dipertajam; soal early warning dan emergency response.

Target tidak berubah; Gubernur Anies Baswedan. Buktinya pembelian menara pengeras suara J-Alert seharga 4 miliar.


Menurut kedua aktvfis; itu indikator keteledoran Pemda Jakarta. Mereka berargumen mengapa "menara toa" tidak dibangun 3 bulan lalu sebagai early warning system terintegrasi.

TGUPP Muslim Muin menyatakan "toa" bukan early warning system. Haji Lulung ingin membantah Mr Tigor. Tapi lidahnya keluh.

Mr Tigor dan Rudi S. Kamrie di atas angin. Orang netral Yayat Supriatna si ahli landscape berusaha obyektif. Tendensinya miring berat memihak kubu class action.

Jilung dan Muslim Muin tergagap. Maksud hati ingin produksi narasi meringankan Anies Baswedan. Karena spontan on the spot mereka tidak siap. Jadi bulan-bulanan Mr Tigor dan Rudi S. Kamrie. Mereka lihay. Well prepared di Acara Rosi. Anies Baswedan akan divonis bersalah karena teledor tidak menyiapkan early warning system kepada para korban.

Faktanya begini; menara toa atau toa manual keliling bukan early warning system. Yes, secara instingtif Muin dan Jilung benar.

Itu adalah retrospective action yang diambil Gubernur Anies Baswedan sebagai salah satu post disaster management.

Pembangunan menara toa merupakan satu aspek dari long-term reconstruction program.

Jamak di belahan dunia lain. Misalnya Harvard Humanitarian Initiative dan Operational Medicine Institute membangun web-based health system setelah Haiti earthquake.

SmartAmerica initiative membangun cyber-physical systems sebagai antisipasi future disaster.

Thus saya kira, class action ini, apa pun judulnya, tetap akan ditolak hakim.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya