Berita

Willy Aditya/Net

Politik

Komisi I Bakal Panggil Dewas TVRI Soal Pemecatan Helmy Yahya

JUMAT, 17 JANUARI 2020 | 16:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisi I DPR RI akan memanggil Dewan Pengawas LPP TVRI untuk mengetahui duduk perkara pemecatan Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya.

Pemecatan Helmy Yahya tertuang dalam surat No.8/DEWAS/TVRI/2020 berisikan keputusan Dewan Pengawas LPP TVRI No. 1/2020 tentang pemberhentian Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI periode 2017-2020 tanggal 16 Januari 2020.

Anggota Komisi I, Willy Aditya menyampaikan akan memanggil Dewas LPP TVRI lantaran adanya keputusan dewas yang tidak bulat.


Ada anggota yang bernama Supra Wimbarti yang tidak sepakat dengan pemecatan tersebut. Willy memandang Helmy masih bisa diberi kesempatan untuk menjelaskan pembelaannya.

“Oleh karena itu Komisi I perlu memanggil dewas untuk menjelaskan keputusannya tersebut. Apa saja kesalahan dirut sehingga keputusannya adalah pemecatan. Apalagi suaranya tidak bulat," ucap Willy di Gedung Parlemen, Senayan, Jumat (17/1).

"Ditambah ada suara ketidakpuasan dr sebagian karyawan TVRI hingga ruang dewas disegel,” politisi Partai Nasdem ini menambahkan.

Willy mengendus adanya disharmoni yang terjadi antara direksi dan dewan pengawas yang berpotensi membuat televisi milik negara ini tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik dan sesuai amanat UU.

“Komisi I perlu memastikan bahwa itu tidak akan terjadi. Komisi I perlu memastikan bahwa pemecatan ini bukan berdasar alasan yang emosional atau alasan-alasan yang tidak berdasar lainnya,” katanya.

Lanjutnya, Komisi I berkepentingan untuk memastikan bahwa reformasi atau perbaikan di tubuh TVRI tetap berjalan setelah langkah pemecatan Dirut TVRI oleh dewan pengawas.

"Sebab yang paling penting adalah bukan siapa personnya, melainkan komitmen yang ditawarkana oleh seorang pemimpin di TVRI,” demikian Willy.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya