Berita

Tony Blair/Net

Publika

Tony Blair Inc

JUMAT, 17 JANUARI 2020 | 13:07 WIB

MENKO Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyebut Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris, akan menjadi dewan pengarah pembangunan infrastruktur ibukota baru.

Blair akan didampingi Pangeran Muhammad bin Zayid al-Nahyan dari Uni Emirat Arab dan Masayoshi Son dari raksasa investasi Jepang Softbank Group.

Pembentukan dewan pengarah itu berkaitan dengan investasi di ibukota baru.


Pemerintah Uni Emirat Arab, kata Luhut, telah menyiapkan dana sebesar 22,8 miliar dolar AS (Rp 310 triliun) untuk proyek itu.

"Ini kesepakatan investasi dari Timur Tengah terbesar dalam sejarah Indonesia," kata Luhut.

Menteri Bappenas Soeharso Monoarfa mengatakan, masuknya "tokoh terkenal dunia itu" dalam dewan pengawas akan memikat lebih banyak investor internasional untuk ikut gerbong membangun ibukota baru.

Tapi, bagaimana reputasi Blair dan apa hubungan dengan investasi Emirat Arab?

Bagi mereka yang mengikuti dunia investasi Timur Tengah, nama Tony Blair tidak asing. Inilah mantan politisi top dunia yang belakangan jadi konsultan dan pelobi bisnis kaya raya.

Tony Blair adalah konsultan bisnis Mubadala, pengelola dana abadi (sovereign wealth fund) yang bermarkas di Abu Dhabi, Emirat Arab.

Mubadala berinvestasi di berbagai belahan dunia, dari Vietnam, Serbia, Colombia, Asia Tengah hingga Afrika Barat.

Blair mundur dari jabatan Perdana Menteri Inggris pada 2007 setelah membuat pengakuan bahwa perang Irak yang dia dukung didasarkan pada dalih palsu.

(Saddam Hussein tak punya senjata pemusnah massal seperti dituduhkan Amerika).

Pada 2008, dia membentuk Tony Blair Associate, perusahaan konsultan gado-gado: semi komersial, semi charity/keagamaan dan semi publik.

Menyusul sejumlah skandal, perusahaan itu dia bekukan pada 2016, dan di-re-branded dengan nama baru: Tony Blair Institute for Global Change.

Meski menyebut Saddam diktator, Blair tidak sungkan menjadi penasehat rezim militer brutal dan sultan-sultan Arab yang tidak demokratis.

Setelah mundur dari kursi perdana menteri, Blair sempat terpilih menjadi utusan khusus (special envoy) untuk perdamaian Timur Tengah, jabatan yang jelas tak netral mengingat dia adalah anggota Labour Friends of Israel, kelompok pelobi pro-Israel.

Bagaimanapun, jabatan itu dia manfaatkan untuk membangun konsultasi bisnisnya, mengambil keuntungan dari dua sisi, Arab maupun Israel.

Memanfaatkan reputasi sebagai PM Inggris terlama, Blair menjadi konsultan dan penasehat baik negara-negara pemberi investasi (seperti Kuwait, Qatar dan Emirat Arab) maupun penerima investasi (seperti Kazakhtan, Azerbaijan dan Mesir).

Blair tahu benar memanfaatkan reputasinya sebagai PM Inggris terlama untuk menangguk keuntungan dari dua sisi, tanpa mempertimbangkan adanya konflik kepentingan.

Media di Inggris, termasuk the Financial Times, sudah banyak membeberkan sepak terjang Blair. Dan pada 2016, terbit buku yang lebih menyeluruh: Blair Inc - The Power, The Money, The Scandals (John Blake Publishing Ltd).

Bagaimana prospek Blair di Indonesia?

Di Mesir seperti di Indonesia, Blair menjadi penasehat Presiden Abdul Fattah al-Sisi dalam menarik investasi Arab Teluk antara lain untuk membangun ibukota baru Mesir.

Pada 2015, Emirat Arab berkomitmen menggelontorkan USD 43 miliar untuk proyek ibukota baru itu. Tapi sampai sekarang realisasinya belum beranjak jauh akibat tawar-menawar alot antara investor dan pemerintah Mesir.

Farid Gaban

Wartawan senior.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Bripda Nopandri Anggota Polres Katingan Ditemukan Wafat Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:06

GreenBus Pertamina, Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:46

Aipda Endang Karyana Gugur usai Tertabrak Tugas di Tol Joglo

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:39

Bank Mandiri Taspen Gelar Appreciation Night Bersama Media di Pantai Sanur

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:10

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda dan PJU Mabes

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34

Ulang Tahun, Dasco Ucapkan Selamat untuk Nadiem Makarim

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08

Terus Ada, Ada Terus, BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial 80 Tahun Pengabdian

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:44

Partai Demokrat Ajak Publik Terlibat Tentukan Logo HUT ke-25

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:52

Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Ini Jadwalnya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25

KAI Group Angkut 258,99 Juta Penumpang di Semester I 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:57

Selengkapnya