Berita

Dokumen pemakzulan Trump/Net

Dunia

Dua Pasal Pemakzulan Trump Diserahkan Gedung Putih Ke Senat

JUMAT, 17 JANUARI 2020 | 00:53 WIB

Dua pasal dengan map biru diberikan dari Gedung Putih kepada senat pada Kamis (16/01). Dua pasal itu digunakan untuk sidang pemakzulan Trump yang akan diadakan pada Selasa (21/01).

"Sedih, begitu tragis bagi negara, tindakan yang diambil oleh presiden merusak keamanan nasional, melanggar sumpah jabatannya, dan membahayakan keamanan pemilu," ungkap Ketua Dewan Demokratik, Nancy Pelosi sebelum menandatangani pasal.

Pemimpin mayoritas Senat Mitch McConnell mengundang para manajer DPS AS untuk secara resmi membaca pasal pada Kamis siang (16/01).


Kemudian pada hari yang sama pukul 2 siang, Hakim Mahkamah Agung John Robert tiba untuk dilantik. "Maka ketua hakim akan bersumpah pada kita semua, senator. Persidangan akan dimulai dengan sungguh-sungguh pada hari Selasa," ungkap McConnell.

Trump mengatakan, persidangan ini tidak akan lolos karena presentase partai di senat adalah 47 persen dan 53 persen, membutuhkan 2/3 suara dari senat untuk menyatakan ia bersalah dan menurunkan Trump dari jabatannya, seperti yang dilansir dari Gulf Today.

Prosedur seremonial yang diadakan pada Rabu (15/01) memberikan informasi kepada kedua partai mengenai apakah akan memanggil saksi dalam persidangan.

Nancy Pelosi menuntut para saksi untuk memberi kesaksian, termasuk para pejabat pemerintahan Trump yang mengetahui bagaimana upaya Trump menekan Ukraina yang menjadi dasar pemakzulan Trump.

Senat akan memanggil presiden Trump untuk menjawab pasal. Selain itu, Trump juga didakwa sebagai penghalang karena menahan saksi dan dokumen dari penyelidikan pemakzulan DPR yang menentang panggilan dari pengadilan kongres.AhdaSabila

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya