Berita

Syahganda Nainggolan/Net

Politik

Syahganda: Problemnya Sekarang, Indonesia Mau Dibuat Seperti Uighur

KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 18:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peta politik Indonesia di era Presiden Joko Widodo telah berubah. Jika sebelumnya Indonesia merapat ke Amerika Serikat, kini lebih condong ke China.

Hal itu yang kemudian membuat Indonesia pasif dalam merespon kasus kemanusiaan yang menimpa etnis Uighur di Xinjiang China.

Begitu kata Direktur Eksekutif Merauke Institute Syahganda Nainggolan saat menjadi pembicara dalam diskusi publik yang diselenggarakan Institute Democracy Education (IDE) bertema “Kejahatan Kemanusiaan RRC Atas Kaum Uighur” di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).


Syahganda kemudian mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dengan China. Pasalnya, bukan tidak mungkin Indonesia akan bernasib seperti etnis Uighur di Xinjiang, jika terlalu condong ke China.

"Problemnya sekarang adalah Indonesia pun mau dibuat seperti Uighur," ujarnya.

Menurutnya, yang dilakukan pemerintah komunis China saat ini bukan hanya menguras harta, tapi juga telah melakukan pengerusakan akidah.

Dia kemudian mengingatkan pesan pendiri bangsa, Soekarno. Presiden pertama RI itu pernah mewanti-wanti bahwa ancaman baru akan datang dari Asia Timur.

"Ada global politik yang bergeser saat ini. Kalau ngarep Jokowi sampai diare seperti Hasto nggak akan mungkin terjadi. Untuk itu, kita buat petisi," sindirnya.

Petisi tersebut berisi mengenai penolakan kekerasan di Uighur. Syahganda berharap petisi ini bisa menembuh sejuta tanda tangan.

“Kalau nembus sejuta kita bisa mengklaim dukungan yang mungkin dapat mendorong muslim lain di Asia Pasifik," pungkas Syahganda. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya