Berita

Presiden Taiwan Tsai Ing Wen/Net

Dunia

Menang Pemilu, Tsai Ing Wen Minta China Tinjau Kembali Kebijakan ‘One China’

RABU, 15 JANUARI 2020 | 13:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kemenangan yang diperoleh petahana Presiden Taiwan Tsai Ing Wen untuk mempertahankan posisinya membuat wanita 63 tahun tersebut semakin berani.

Empat hari setelah pemilihan, Rabu (15/1), Tsai mendesak China untuk meninjau kembali kebijakan "One China" terhadap Taiwan. Tidak dijelaskan secara rinci tinjauan yang dimaksud, namun desakan itu adalah sebuah teguran yang kuat yang pernah diberikan Tsai.

"Kami berhadap China dapat memahami pendapat yang diungkapkan oleh orang-orang Taiwan (yang terbukti) dalam pemilihan ini dan meninjau kembali kebijakan mereka sekarang," ujar Tsai seperti yang dikutip oleh Al Jazeera.


Menanggapi desakan Tsai, jurubicara Kantor Urusan Kabinet Taiwan, Ma Xiaoguang mengatakan Beijing tidak akan mengubah kebijakannya untuk mengambil kendali Taiwan melalui kerangka "one country, two systems". Hal ini pun sesuai dengan Konsensus 92 yang telah disepakati.

"Kami tidak memasukkan diri kami ke dalam atau mengkritik pemilihan Taiwan. Pemilihan daerah Taiwan ini tidak dapat mengubah status Taiwan sebagai bagian dari China," ujar Ma yang menyebut pemilihan kemarin hanyalah pemilihan "daerah".

Hasil pemilihan presiden pada Sabtu (11/1) sendiri menyatakan Tsai menang dengan perolehan suara 57 persen, mengalahkan rivalnya dari Partai Kuomintang, Han Kuo Yu.

Atas kemenangan Tsai, Beijing menuding pemilihan tersebut adalah hasil campur tangan Barat. 

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya