Berita

Perdana Menteri GNA Libya Fayez al-Sarraj dan pemimpin militer Libya, Khalifa Haftar/Net

Dunia

Pemerintah Dan Militer Libya Akan Tandatangani Perjanjian Gencatan Senjata Di Moskow

SENIN, 13 JANUARI 2020 | 12:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya, Fayez al-Sarraj dan pemimpin militer Libya, Khalifa Haftar akan menandatangani perjanjian gencatan senjata untuk meredakan konflik.

Perjanjian sendiri akan ditandatangani di Moskow, Rusia, pada hari ini, Senin (13/1). Menurut Kepala Dewan Tinggi Negara Libya, Khaled al-Mechri, perjanjian ini akan membuka kebangkitan proses politik di negara Afrika Utara itu.

Dimuat Al Jazeera, Mechri akan ikut ke Moskow untuk menemani Sarraj, sementara Haftar akan ditemani anggota parlemen Aguila Salah.


"Saya meminta semua rakyat Libya untuk membalik halaman di masa lalu, menolak perselisihan dan untuk menutup barisan guna bergerak menuju stabilitas dan perdamaian," kata Sarraj dalam pidato singkat yang disiarkan di televisi.

Sejak pemimpin Libya Muammar Gaddafi terbunuh dalam pemberontakan yang disponsori NATO pada 2011, Libya dilanda krisis. Konflik saudara diperparah dengan masuknya berbagai kekuatan asing. Konflik yang terjadi antara Sarraj dan Haftar dimulai sejak April lalu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya