Berita

Kanselir Jerman Angela Merkel/Net

Dunia

Selesaikan Konflik Libya, Jerman Akan Adakan Pertemun Di Berlin

MINGGU, 12 JANUARI 2020 | 13:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman akan menjadi mediator dalam proses perdamaian di Libya yang melibatkan Turki dan Rusia.

Dikatakan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel, nantinya Jerman akan membuat pertemuan di Berlin. Namun belum diketahui kapan pertemuan tersebut akan diadakan.

Pertemuan itu nantinya akan dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dihadiri oleh pihak-pihak yang bertikai.


"Kami berharap upaya bersama oleh Rusia dan Turki akan mengarah pada kesuksesan. Kami akan segera mengirimkan undangan untuk konferensi di Berlin," ujar Merkel pada konferensi pers bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia, Sabtu (11/1).

Menurut Merkel, pertemuan itu bertujuan untuk menjadikan Libya sebagai negara berdaulat dan damai mengingat saat ini terjadi konflik saudara antara Perdana Menteri Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), Fayez al Serraj dan pemimpin militer Khalifa Haftar.

Rencana Merkel ini pun didukung Rusia yang baru-baru bersama Turki mendorong gencatan senjata. Presiden Rusia, Vladimir Putin bahkan mengatakan itu adalah ide yang tepat waktu bagi Libya untuk mengakhiri konflik.

Bukan hanya Putin, al Serraj yang kepemimpinannya diakui secara internasional juga menyambut inisiatif tersebut.

"Syaratnya adalah penarikan dari pihak penyerang, yang tampaknya tidak mau melakukan itu," kata al Serraj setelah mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte di Roma, Sabtu lalu (11/1).

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya