Berita

Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad/RMOL

Politik

Wahyu Setiawan Jadi Tersangka, Ada Indikasi Suap Juga Terjadi Saat Pilpres

SABTU, 11 JANUARI 2020 | 16:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Integritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) hilang ketika salah satu komisionernya terlibat perbuatan rasuah pada proses pengangkatan anggota DPR RI pergantian antar waktu (PAW).

Adalah Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, yang diduga menerima suap dalam proses PAW calon legislatif PDIP, Riezky Aprilia.

Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad berharap agar KPK untuk terus mengusut perkara lainnya diluar persoalan PAW DPR RI yang melibatkan penyelenggara Pemilu dan politisi.


"Jadi tidak bisa saja berhenti pada kasus ini saja, mungkin saja ada indikasi-indikasi yang lain," ujar Suparji Ahmad kepada wartawan usai diskusi Polemik di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).

"Apakah mekanisme PAW yang lain juga bermain seperti itu, apakah penetapan caleg juga ada permainan seperti itu, apakah penetapan partai politik," katanya menambahkan.

Tak hanya itu, Suparji juga berharap KPK juga menelusuri lebih dalam terkait penyelenggaraan Pemilu 2019, baik Pilkada maupun Pilpres yang di indikasikan adanya kecurangan yang melibatkan KPU.

"Karena ini KPU ini pengaruhnya sangat luar biasa, dia penyelenggara negara sebagai panitia yang kemudian dia memiliki diskresi yang luar biasa, orang mau jadi caleg saat administrasi itu bisa dimainkan. Ini momentum yang baik untuk kemudian di ungkapkan," jelasnya..

Diketahui, KPK telah menetapkan empat orang tersangka yakni Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; orang kepercayaan Sekjen PDIP Hasto Kristianto, Saeful Bahari; mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina dan caleg PDIP Harun Masuki.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada Rabu (8/1) kemarin.

Hasil OTT itu, KPK mengamankan barang bukti berupa uang Dollar Singapura senilai Rp 400 juta.

Kasus ini juga disebut melibatkan pengurus DPP PDIP yang kini masih dilakukan penyidikan lebih lanjut.

KPK pun juga telah melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Wahyu dan beberapa tempat lainnya. Namun, saat akan melakukan segel terhadap ruang di Kantor DPP PDIP, penyelidik dihalangi oleh petugas keamanan gedung.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya