Berita

Azmi Syahputra/Net

Hukum

'Proyek Ongkos', Keputusan Rapat Pleno KPU Bisa Ditawar?

SABTU, 11 JANUARI 2020 | 15:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tertangkapnya komisioner KPU wahyu Setiawan oleh KPK yang menjanjikan pergantian antarwaktu (PAW) kepada Harun Masiku salah satu celeg DPR PDIP dapil Sumatera Selatan I dengan cara suap, mencoreng lembaga penyelenggara pemilu.

Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) Azmi Syahputra menyesalkan, seoarang Wahyu yang belasan tahun jadi organ penyelenggara pemilu saja masih rentan terkecoh dan terima suap, bagaimana yang lain. Integritas dan independensi yang digemborkan menjadi runtuh.

Menurutnya, pintu masuk kejadian ini adalah produk keputusan dalam KPU sendiri.


Jika benar dan sudah final dalam rapat pleno dinyatakan nama seseorang sebagai PAW berdasarkan regulasi dan fakta, dimana pleno KPU telah menetapkan Riezky Aprilia (suara terbanyak kedua) sebagai pengganti alm. Nazarudin Kiemas, terus kenapa komisioner masih "mau berani mengubah", "mau diakali" dan dijanjikan pada Harun.

"Ini masalah utamanya. Artinya, keputusan di KPU masih bisa ditawar atau berubah?" sebut Azmi.

Keputusan KPU tidak bisa diambil salah satu komisioner, karena harus rapat dengan lima komisioner dan minimial disetujui empat komisioner. Karena sudah ada keputusan pleno, sifat keputusan itu sekali selesai, apalagi yang ditujukan pada individual (otomatis PAW jatuh pada nama caleg  suara terbanyak berikutnya), prosedur dan mekanismenya demikian.

"Jadi final dan konkrit, tentunya karena sudah tahu demikian, Wahyu Setiawan sebagai komisioner tidak bisa main sendiri?" ujar Azmi.

Karenanya, patut diduga ada keikutsertaan komisioner lain, karena dia tidak mungkin dapat merubah keputusan dalam pleno sendiri. Harus ada peran dan persetujuan komisioner yang lain. Keputusan di KPU itu sifatnya kolektif kolegial.

Lagi-lagi setelah OTT terbuka motifnya bahwa semua dapat dilakukan oleh Wahyu karena ada permintaan uang senilai Rp 900 juta sebagai uang operasional guna membantu dalam mewujudkan PAW Harun.

"Inilah yang diduga akan dikemas oleh yang bersangkutan pada anggota komisoner lain atau pada pihak yang dianggap terkait dalam pengurusan PAW sehingga muncul permintaan uang operasional, saya menyebutnya "proyek ongkos", "penipu kena tipu" ya jadilah OTT ini," tutur Azmi.

Nilai uang yang disepakati dan komitmen menjanjikan ini, harus dikejar dan digali oleh penyidik termasuk hasil rapat pleno KPU, dokumen rapat dan daftar hadir rapat KPU dan dukungan administrasi sekretariat. Disinilah menunjuklan bahwa perbuatan ini dilakukan dengan unsur kesengajaan, karena perbuatan tersebut dilakukan secara sadar dan tahu resiko termasuk adanya dugaan tindak pidana penyertaan karena pekerjaan ini baru bisa terjadi kalau ada dukungan atau keterlibatan dari unsur komisioner KPU lain.

"Jadi penyidik harus mengejar pelaku orang yang punya keinginan yang sama atau orang menyuruh melakukan, dan orang-orang yang turut serta dalam perkara suap ini demi menjaga kemandirian dan integritas, jujur dan adil lembaga KPU," demikian Azmi Syahputra.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya