Berita

Ferry Kurnia Rizkiansyah/Net

Politik

Kasus Suap Wahyu Setiawan Membuat Heran Mantan Komisioner KPU

SABTU, 11 JANUARI 2020 | 15:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kasus suap yang menimpa Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, masih terus diperbincangkan oleh banyak pihak.

Tak terkecuali oleh eks Komisioner KPU periode 2012-2017 Ferry Kurnia Rizkiansyah. Dia mengaku heran dengan kasus yang disangkakan terhadap Wahyu.

"Ini unik sekali. Makanya ini harus kita kembalikan kepada membangun sistem proporsional terbuka tadi," ujar Ferry saat ditemui di The MAJ, Jalan Asia Afrika Pintu IX, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).


Ferry heran karena melihat sistem kelembagaan yang ada di KPU tidak memiliki celah. Sementara, Wahyu terbukti main suap dengan oknum politisi.

"Pagar yang sangat penting itu, yang sangat susah ditembus, itu adalah pada saat mengambil keputusan melalui mekanisme pleno dengan kolektif kolegial," katanya.

"Jadi enggak mungkin misalnya, satu orang ada hal-hal yang diluar konteks dan akan mempengaruhi yang lainnya. Kecuali yang lainnya terpengaruh," sambung Ferry.

Dalam kasus ini, KPK mentepakan 4 orang tersangka terkait kasus suap pergantian antar waktu (PAW) caleg PDI Perjuangan Dapil Sumatra Selatan I yang meninggal Nazaruddin Kiemas.

Mereka diantaranya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan (WSE); mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina (ATF); Caleg PDI Perjuangan Dapil Sumatra Selatan I, Harun Masiku (HAR); dan satu orang pihak Swasta bernama Saeful (SAE).   

Wahyu yang menerima suap sebesar Rp400 juta, diduga berperan sebagai pihak yang akan mendorong PAW Nazaruddin Kiemas bisa diberikan kepada Harun Masuki, caleg PDI Perjuangan Dapil Sumsel I yang mendapat perolehan suara terbanyak kelima.

Padahal, dalam aturan perundang-undangan yang berlaku, KPU telah merinci penetapan PAW calon terpilih yang berhak jatuh ke caleg perolehan suara terbanyak kedua dan atau selanjutnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya