Berita

Dunia

Iran Akui Pesawat Ukraina Tertembak Tidak Sengaja

SABTU, 11 JANUARI 2020 | 11:11 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pihak Republik Islam Iran akhirnya mengaku bahwa kecelakaan yang dialami pesawat Ukraine Internationale PS752 terjadi karena faktor “kesalahan manusia” atau human error yang didorong oleh provokasi Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarid dalam keterangan singkatnya melalui akun Twitter pribadi, beberapa saat lalu.

“Hari yang menyedihkan,” tulis Menlu Zarif.


Menurutnya, kesimpulan sementara dari investigasi yang dilakukan pihak militer memperlihatkan penyebab kecelakaan itu adalah faktor kesalahan manusia pada saat krisis yang dipicu oleh avonturisme Amerika Serikat.

“Kami sangat menyesal, meminta maaf, dan menyampaikan turut berduka cita kepada rakyat kami, kepada semua keluarga korban, dan kepada negara-negara yang terdampak,” demikian Menlu Zarif.

Pesawat Boeing 737 yang membawa 176 penumpang itu jatuh pada hari Rabu (8/1) beberapa menit setelah tinggal landas dari Bandara Imam Khomeini.

Berbagai spekulasi berkembang terkait penyebab kecelakaan. Iran juga sempat mengatakan tidak akan menyerahkan black box pesawat ke pihak produsen, Boeing.

Laporan intelijen yang diterima Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebutkan, pesawat itu tertembak tidak sengaja atau unintentional.

Trudeau mengatakan, pihak Iran walaupun tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Kanada, bersedia bekerja sama dan memberikan akses kepada Kanada untuk melakukan investigasi. Sebanyak 63 penumpang dalam penerbangan itu adalah warganegara Kanada.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya